MANOKWARI – Ekonomi Papua Barat pada triwulan I tahun 2023 dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan sebesar 3,13 persen. Hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat.
Plt Kepala BPS Papua Barat, Johannis Lekatompessy, SE mengatakan ekonomi di Papua Barat yang ditopang minyak dan gas bumi mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I tahun 2022 sebesar 1,01 persen.
“Tanpa minyak dan gas bumi, ekonomi Papua Barat mengalami kontraksi sebesar 1,66 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi jika dilihat dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha industri pengolahan sebesar 8,90 persen.
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 90,65 persen,” jelasnya.
Johannis menuturkan jika melihat pertumbuhan ekonomi Papua Barat dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 1,48 persen.
“Dari sisi produksi ada lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang mengalami pertumbuhan sebesar 4,42 persen,” tuturnya.
“Sementara sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,15 persen,” imbuhnya.
Berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, kata Johannis mencapai Rp23.928,98 miliar. (bw)















