

MANOKWARI – Ribuan calon siswa baik dari jalur Akademi Kepolisian, Bintara dan Tamtama, saat ini sudah memasuki tahapan tes kesehatan I di Polda Papua Barat.
Karo SDM Polda Papua Barat, Kombes Pol Sugandi mengatakan calon siswa sudah menyelesaikan tahap pemeriksaan administrasi baik taruna Akpol, Bintara maupun Tamtama.
“Untuk hari ini ada tes kesehatan I bagi taruna Akpol berjumlah 85 orang terdiri dari 75 orang pria dan 10 orang wanita,” ujarnya, Selasa (2/5).
Ia menjelaskan untuk tes kesehatan I bagi Taruna Akpol meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, THT, tensi dan nadi, mata. Gigi, dan fisik bagian dalam.
“Polda Papua Barat sudah menunjuk dokter dan hasilnya langsung ditampilkan pada proyektor,” jelasnya.
Sedangkan untuk Bintara sekitar 3000an orang akan melakukan tes kesehatan I pada Kamis 4 Mei 2023 mendatang.
“Kita masih menunggu hasil verifikasi di masing-masing Polres jajaran Polda Papua Barat,” terangnya.
Disinggung mengenai jumlah kuota yang diterima Polda Papua Barat, Sugandi menerangkan bahwa Mabes Polri belum memberikan kuota baik Akpol Bintara maupun Tamtama.
“Seluruh peserta mengikuti semua tahapan tes dan di akhir. Nantinya kita akan laporkan jumlahnya dan Mabes Polri yang menentukan kuotanya,” katanya.
Dengan adanya wacana pembentukan Polda baru di Papua Barat Daya, kata Sugandi mudah-mudahan ada penambahan kuota.
“Untuk Bintara, terdiri dari 3 reguler dan 1 Bakomsus (Bintara kompetensi khusus) yang berasal dari kesehatan seperti perawat dan sebagainya,” katanya.
Mengingat penerimaan anggota Polri rawan terjadi penipuan, Ia berpesan jangan ada para orang tua maupun calon siswa yang tertipu untuk membayar ataupun menyuap dan sebagainya agar bisa lulus menjadi anggota Polri.
“Kebanyakan yang gugur-gugur ini sering dihubungi dengan iming-iming dijanjikan bisa meluluskan dengan membayar sejumlah uang. Oleh karena itu, jangan tertipu oleh pihak-pihak yang menjanjikan meluluskan,” pesannya.
“Menjadi anggota Polri gratis alias tidak dipungut biaya. Kalau ada oknum yang mengatasnamakan Polda Papua Barat dan menjanjikan untuk meluluskan segera menghubungi nomor pengaduan,” pesannya lagi. (bw)















