SORONG-Sudah menjadi rutinitas setiap tahun menjelang Bulan Suci Ramadhan, umat muslim melakukan ziarah ke makam-makam sanak saudara, keluarga dan kerabat terdekat mereka. Suasana tampak terlihat di salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 10 Masuk di Kota Sorong, Rabu (22/3).
Dari pantauan Radar Sorong, warga berdatangan bergerombolan, berdua, bertiga, berempat bahkan sendiri. Masing-masing membawa kembang bunga, air bersih di wadah botol mineral, parang, dan sapu lidi. Bahkan ada yang datang hanya membawa kembang bunga dan air bersih di botol. Karena di TPU Km 10, banyak juga jasa kebersihan yang siap membantu mereka membersihkan makam Keluarga mereka.


Salah satu peziarah, Rizal Naya yang datang bersama keluarganya mengaku bahwa ziarah makam merupakan alarm kepada kita sebagai umat muslim yang percaya bahwa semua akan meninggal atau wafat. Karena hidup di dunia hanyalah sementara.
“Datang ke makam bapak. Alhamdulillah datang bersama mama, dan istri serta keluarga. Ziarah ini kan sebagai pengingat bahwa kita semua akan mati atau wafat, karena hidup di dunia tidak kekal. Jadi harus percaya itu, yang berbeda hanya waktu dan tempat saja,” ungkapnya usai melakukan bersih-bersih di kuburan orang tuanya.
Hal senada dikatakan Nela, yang mengatakan bahwa meski rumahnya berada di Aimas dan kuburan milik keluarganya berada di TPU Km 10, wajib hukumnya bagi keluarganya harus datang berziarah.
“Ziarah ini sudah turun-temurun seperti adat yang harus kita teruskan dari para orang tua. Selain pengingat kematian. Ziarah kubur kalau ramai-ramai itu biasanya sebelum puasa, sebelum lebaran dan setelah lebaran Idul Fitri,” katanya.

Momentum ziarah makam tentunya menjadi silaturahmi sanak saudara keluarga besar mengunjungi keluarga mereka yang telah meninggal bahkan menjadi keberkahan rezeki bagi warga setempat yang menjual kembang bunga, air bersih di kemasan botol, serta bagi jasa kebersihan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.
“Kalau saya jual bunga Rp10 ribu, air Rp10 ribu terus kalau mau kasih bersih kubur atau babat rumput itu terserah mau dikasih berapa, biasanya ada yang kasih Rp10 ribu, Rp15 ribu, tapi ada juga yang cuma kasih Rp5 ribu saja,” ungkap salah satu anak di sela-sela membersihkan makam di TPU Km 10.(zia)












