Oleh: Dimas Budiman Sudjatmiko (Mahasiswa Akuntansi Unimuda Sorong)
TREN wirausaha di Indonesia saat ini semakin banyak dan semakin sering dijumpai pada berbagai macam jenis usaha. Seperti udaha kuliner, pakaian, sepatu, hingga aksesoris pria dan wanita. Untuk memulai berwirausaha tidak harus dengan modal besar, dengan modal sedikit pun bisa berjalan baik, asal dengan perhitungan matang dan manajemen yang teratur.
Berwirausaha juga dapat dimulai melalui frenchaise atau waralaba. Dimana kalkulasi perhitungan modal dapat dibagi oleh orang yang lebih dulu mendirikan usaha seperti pada prinsip yang lazim kita dengar yaitu ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Disini peran untuk mengamati lingkungan sekitar, mencari referensi, atau kolaborasi dengan rekan sejawat menjadi metode berwirausaha kekinian dan sudah banyak penerapannya.
Dibalik tren wirausaha ini ada sekelompok orang yang terus-terusan mengembangkan usaha mereka melalui kelompok usaha kecil menengah (UKM). Persaingan di dunia usaha ini justru dirintis atau digagas oleh anak muda yang berinovasi untuk mengembangkan usaha mereka melalui berbagai cara.
Tidak sedikit pula yang baru belajar berwirausaha. Menjajal kegiatan untuk berwirausaha adalah sesuatu hal yang baik bagi anak muda. Sebab dengan adanya kegiatan usaha dapat meningkatkan enterpreneur sekaligus sumbangsi anak muda terhadap perkembangan perekonomian di indonesia.
Sebagai contoh dikampus saya ada beberapa organisasi mahasiswa yang menjalankan bisnis usaha. Beberapa produk yang dipasarkan antara lain seperti makanan dan minuman, dengan mengusung tema “ramah bagi kantong mahasiswa”.
Benar saja, usaha ini berhasil menarik perhatian mahasiswa karena sesuai dengan target pasarnya anak muda ingin sesuatu yang enak dikonsumsi namun aman dikantong mereka.
Ada juga beberapa mahasiswa yang menjalankan bisnis rintisan sendiri dan sifatnya perseorangan. Seperti bisnis “smart massage (pijat kebugaran)”. Bisnis tersebut merupakan bisnis yang bergerak di bidang jasa. Dimana perintisnya merupakan salah satu mahasiswa dari program studi pendidikan jasmani fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Unimuda Sorong.
Pada mulanya, bisnis tersebut digarap sendiri dengan target yang disasar diataranya adalah para dosen dan teman-teman organisasi. Usaha tersebut berjalan sangat baik berkat kelihaian dalam pengelolaan usahanya. Bahkan kini usaha tersebut sudah berhasil merekrut tenaga pembantu dengan pelatihan khusus dari sang pioneer. Disini peran anak muda khususnya mahasiswa terlibat langsung dalam proses berwirausaha, maka jadilah sosok anak muda yang berani usaha.
Sejalan dengan minat anak muda di Indonesia untuk berwirausaha, pemerintah melalui berbagai program Kemenparekraf memberikan peluang besar menjadikan anak sebagai enterpreneur.
Salah satu program yang dihadirkan yakni melalui pembinaan wirausaha lokal. Dengan adanya program ini, anak muda selaku motor penggerak wirausaha akan dilatih dan dibekali ilmu-ilmu kewirausahaan. Bukan hanya ilmunya, modal usaha untuk memulai pergerakan dalam berwirausaha juga disiapkan oleh pemerintah sebagai stimulus.
Saat ini bagi anak muda yang sedang mencari pekerjaan atau ingin mengisi waktu luang dari rutinitas bekerja dan berkuliah mungkin bisa menjajal kegiatan berwirausaha.
Membangun usaha sendiri adalah pilihan tepat untuk meningkatkan financial sekaligus membantu pemerintah dalam menjalankan ekonomi kreatif lewat enterpreneur. (**)








