Oleh : Kamila Maulidiya Nisak (Mahasiswa Unimuda Sorong)
TIDAK dapat dipungkiri perkembangan teknologi atau yang familiar dengan istilah digitalisasi saat ini melaju sangat pesat. Kemajuan bahkan jauh lebih cepat dibanding dengan perkembangan pada sektor-sektor lainnya.
Contoh kecilnya, dapat dilihat dari jumlah pengguna telepone seluler sangat banyak. Hampir setiap orang memiliki telepone seluler, bahkan tak jangan satu kepala memiliki lebih dari satu telepon seluler.
Hingga seiring berkembangnya zaman, teknologi digital telah merambat masuk ke hampir semua lini, baik pada aspek kehidupan maupun aspek ekonomi misalnya seperti, kesehatan, pendidikan, transportasi dan keuangan. Banyaknya para pengguna telepone seluler dan semakin meningkatnya kemajuan teknologi yang didorong dengan revolusi internet maka akan ada terobosan terobosan baru dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
Saat ini tentunya kita tidak asing dengan yang namanya Financial Technology atau lebih popular dengan sebutan FinTech. Hadirnya merupakan perkembangan teknologi hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi mampu mengubah model bisnis dari konvensional menjadi model moderat.
Dengan FinTech, aktivitas transaksi yang mulanya harus dilakukan secara tatap muka, sekarang semakin mudah melalui transaksi online yang dapat dilakukan dimana saja secara teal time. Tentunya hal ini akan semkin menghemat waktu sehingga lebih efektif dan efisien. Transaksi keuangan melalui FinTech ini dapat berupa pembayaran, peminjaman uang, investasi, transfer dan lain-lain.
Melihat perubahan yang terjadi dilingkungan masyarakat yang hampir semua orang termasuk sebagai pengguna teknologi, serta dengan adanya tuntutan melakukan aktivitas dengan serba cepat, maka muncullah Financial Technology ini untuk solusi dari adanya permasalahan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa FinTech dapat membantu segala transaksi jual beli dan system pembayaran menjadi lebih efisien, efektif dan ekonomis.
Lalu bagaimana perkembangan financial Technology di tanah Papua?
Masyarakat di Provinsi Papua dan Papua Barat telah beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Menurut Otoritas Jasa Keuangan, layanan pinjaman online oleh perusahaan FinTech di Papua tumbuh cukup tinggi jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang lain dengan persentase 169%. Pertumbuhan penggunaan Financial Technology tidak didorong dengan literasi keuangan digital.
Oleh karena itu, untuk menyeimbangi antara pertumbuhan financial technology dengan literasi keuangan digital maka sangat dibutuhkan perkembangan pembangunan literasi keuangan digital. Dimana literasi digital ini sangat penting untuk dikembangkan agar masyarakat di daerah papua tidak terkena dampak negatifnya. Sebab jika perkembangan financial technology sudah baik namun literasi keuangan digitalnya masih rendah tentunya hal ini akan menjadi boomerang bagi penggunanya.
Dampak buruk yang berpeluang besar dapat timbul adalah penipuan. Sehingga perlu kehati-hatian ketika memberikan biodata diri pribadi.
Dengan demikian, yang perlu diperhatikan dalam perkembangan FinTech di tanah Papua yaitu literasi keuangan digitalnya. Dengan cara memberikan sosialisasi pada daerah tersebut baik secara langsung maupun media soaial. (**)








