Sementara Dibantu Air Mobil Tangki Bergantian
AIMAS – Masyarakat pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Sorong mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih belakangan ini.
Kondisi ini terjadi sejak PDAM yang sebelumnya dilelola oleh PT Andriyani Jaya Abadi kini dikelola langsung oleh Pemda melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR).
Salah seorang pelanggan PDAM, Slamet Iryadi mengungkapkan, sebelumnya PDAM tak pernah ada masalah ketika masih ditangani pihak swasta. Aliran airnya lancar setiap hari dengan debit yang cukup.
“Dulu PDAM ini lancar-lancar saja jadi kita bisa mendapatkan air bersih dengan mudah. Tidak tahu kenapa kok sejak dikelola PUPR malah jadi tidak lancar,” keluh Slamet.
Slamet mempertanyakan apa yang alasan apa yang melatarbelakangi permasalahan tersebut. Sementara Pemda sebagai pihak pengelola sendiri tak menyampaikan informasi apapun terkait permasalahan ini.
“Kita tidak tahu apa masalahnya. Padahal kalau soal pembayaran, setiap bulan kita bayar sesuai dengan pemakaian. Pihak pengelola kuga tidak ada penyampaian apapun untuk pelanggan,” jelasnya.
Ia menilai, dengan beralihnya pengelolaan PDAM kepada Pemda melalui Dinas PUPR, seharusnya pelayanannya semakin baik.
“Apa yang bermasalah dengan air bersih ini, mestinya setelah dikelola pemerintah pelayanannya jadi lebih baik lagi, airnya lancar. Ini malah makin susah kita mendapatkan air. Sampai kapan kita seperti ini, padahal air bersih adalah kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi,” keluhnya.
Slamet berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait agar dapat segera memperbaiki kondisi ini. Sebab masyarakat kini sangat bergantung dengan air tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sorong, Herizet, ST saat dihubungi Radar Sorong, mengakui adanya permasalahn tersebut. Ia menjelaskan ketidaklancaran distribusi air bersih PDAM saat ini disebabkan oleh kurangnya pasokan dati sumber air. Sebab salah satu sumber air yang berada di Kampung Malasaum ditutup oleh warga setempat.
“Pemilik hak ulayat meminta adanya kenaikan harga sewa lahan. Namun belum ada kesepakatan, sehingga mereka menutup sumber air di sana,” terang Herizet.
Herizet menambakan, saat ini permasalahan tersebut sedang dibahas di internal pemerintah. Ia berharap dalam waktu dekat, sudah ada kesepakatan antara Pemda dengan pemilik hak ulayat.
Sebagai solusi untuk masyarakat demi mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat, Dinas PUPR mengambil kebijakan dengan membantu pelanggan PDAM dengan air tangki.
“Sementara kami bantu pelanggan dengan air tangki, kemarin siang sudah mulai melayani secara bergantian. Hari ini, petugas lapangan juga masih mobile melayani bergantian. Mudah-mudahan ini bisa sedikit membantu masyarakat,” pungkasnya . (ayu)










