SORONG- Gempa Bumi Tektonik 7.9 Sr yang terjadi di wilayah Maluku Barat Daya pada pukul 01.00 WIB atau 03.00 WIT, Selasa (10/1) dini hari, membuat panik masyarakat wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kota Sorong.
Beruntung, gempa dengan getaran yang cukup besar tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun materi di wilayah Kota Sorong.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlin Sasabone menjelaskan hingga Selasa (10/1) pagi belum ada laporan pengungsian ataupun kerusakan dari masyarakat Kota Sorong. Namun, Ia tetap mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir agar tetap waspada.
“Kita bersyukur bahwa wilayah Papua dan Papua Barat maupun Papua Barat Daya tidak masuk dalam potensi tsunami baik siaga ataupun waspada. Namun kita imbau kepada masyarakat di wilayah pesisir agar tetap waspada dan menghindari berdekatan dengan laut,”jelasnya kepada awak media.
Harlin menuturkan berdasarkan informasi dari BMKG, disebutkan bahwa Gempa bumi tektonik tersebut terjadi di Maluku Barat daya dengan Magnitudo 7.9 Sr pada kedalaman 170 Km sekitar pukul 01.00 WIB atau pukul 03.00 WIT Selasa Dini Hari.
“Karena gempanya di kedalaman 170 Km sehingga wilayah yang terdampak getaran sampai pada wilayah NTT Papua dan Papua Barat Daya dan di Kota Sorong juga terdampak. Namun, hingga Selasa pagi ini belum dapat laporan terkait warga pengungsi ataupun kerusakan bangunan akibat gempa di wilayah Maluku Barat Daya,”ujarnya.
Dikatakan Herlin, paska Gempa Bumi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatakan potensi tsunami. Namun, tiga jam kemudian peringatan tsunami telah dicabut.
“Kami juga mendapatkan informasi dari BMKG ada 3 kali gempa susulan, namun hanya 5.4 Sr atau terjadi penurunan. Saya mengimbau kepada warga masyarakat tetap mengupdate terkait informasi Gempa Bumi dari BMKG, sehingga tidak termakan berita hoaks,”ungkapnya.
Perlu diketahui, sambung Herlin gempa bumi merupakan salah satu bencana yang tidak bisa terdeteksi oleh siapapun ataupun alat apapun. Gempa bumi bisa terdeteksi kedalaman dan kekuatan gempa paska kejadian gempa. Oleh sebab itu, masyarakat harus waspada, dengan mengenal potensi bencana yang ada di wilayah tempat tinggal maupun tempat bekerja.
“Kemudian mengetahui jalur evakuasi dan siapa yang harus dievakuasi. Yang masuk dalam prioritas evakuasi ketika terjadi bencana adalah kelompok rentan atau lansia, orang sakit, orang hamil, anak-anak dan orang cacat. Kemudian mencari tempat aman untuk berlindung,”pungkasnya.(juh)














