SORONG – Anggota Komisi V DPR RI Harvey Malaihollo melakukan reses bertemu dengan pengurus Ikaswara (Ikatan Keluarga Sunda Jawa Madura) Kota Sorong di Sekretariat Ikaswara, Minggu (18/12) malam.
Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum Ikaswara Tupono, Ketua Dewan Kehormatan Ikaswara Drs.H. Mungawan serta sejumlah pengurus Ikaswara.
Harvey mengatakan bahwa, di Komisi V pihaknya bermitra dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, BMKG dan Basarnas.
“Kami sebagai anggota dewan adalah jembatan, rakyat yang kami wakili, jembatannya kami, aspirasi rakyat akan kami sampaikan ke kementerian atau lembaga yang bersangkutan.
Kalau memang semuanya bisa berjalan dengan baik, dan sampai ke kementerian bisa kami dorong bisa kita bicarakan secara langsung saat rapat dengar pendapat (RDP) insyaaAllah kalau Tuhan berkenan semua akan jadi,” terangnya.
Dijelaskan bahwa sekarang
ini program pertama yang dia jalankan di Komisi V, dimana sekarang ini adalah saatnya Harvey melaksanakan pendataan untuk program tahun 2023. “Salah satunya adalah BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) yang juga kami tempatkan di Kota Sorong dan 12 kabupaten di Papua Barat yang dibagi rata,” ujar anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu.
Pada kesempatan reses itu Pengurus Ikaswara ada yang menanyakan tentang peruntukan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), kemudian soal jalan kontainer yang sudah banyak mengalami kerusakan sehingga sering terjadi kecelakaan, dan kalau malam gelap tidak ada lampu jalan.
Harvey mengatakan bahwa jalan kontainer itu sudah ditinjau bersama Bupati Sorong dan ia melihat memang banyak yang rusak.”Masalah ini sudah kami dorong, nanti perbaikan jalan dan pemasangan lampu jalan kontainer masuk program tahun 2023,” ungkapnya.
Pengurus Ikaswara juga ada yang menanyakan tentang penataan perumahan, selokan/drainase, jembatan di Kota Sorong yang berdampak pada banjir. “Sorong ini kota yang sudah padat, kalau tidak ditata dengan baik maka banjir akan berlarut-larut. Kalau di kota-kota besar penataannya bagus, gotnya besar bahkan ada yang di bawah trotoar sehingga tidak banjir,” kata salah satu pengurus Ikaswara.
Pemerintah diminta serius menata perumahan dan lingkungan di Kota Sorong. Kemudian juga diusulkan agar ada rusunawa untuk pelajar dan mahasiswa karena banyak pelajar dan mahasiswa dari luar Sorong yang kost.
Pengurus Ikaswara juga ada yang menanyakan masalah tingginya harga tiket pesawat akhir-akhir ini, apalagi nanti kalau peakseason harga lebih tinggi lagi.
Harvey mengatakan bahwa
soal harga tiket ini sering jadi bahan rapat RDP dengan Kemenhub, yang jadi panas pembahasannya, dan Harvey pun merasakan sendiri setiap reses tiket yang dia beli harganya cukup tinggi.
“Soal banjir kami pernah ke Harapan Indah kami diskusi dengan warga yang mengeluhkan banjir sering terjadi. Soal banjir saya harus bicara dengan Pj Gubernur untuk mencari solusinya,” terangnya.
Ada pula pengurus Ikaswara yang memberikan masukan, dimana saat ini kondisi susah banyak yang di PHK, sulit cari kerjaan, kalau bisa proyek-proyek yang langsung menyentuh warga contohnya padat karya, ini sasaran yang tepat dan langsung dirasakan masyarakat yang terpinggirkan,” harapnya.
Ada pula yang menanyakan tentang 15 bus BRT (Bus Rapit Transit) hibah dari Kementerian Perhubungan yang sejak tahun 2015 belum bisa dioperasikan di Kota Sorong karena terkendala belum adanya surat hibah dari Kementerian Perhubungan serta belum adanya fasilitas pendukung seperti jalur khusus BRT dan halte BRT.
Harvey akan mengecek ke Dinas Perhubungan Kota Sorong mengenai Bus BRT ini. Apa saja kendalanya sehingga belum bisa dioperasikan di sini.
Dalam acara reses itu Harvey juga menyerahkan bantuan 100 karton makanan tambahan untuk Balita.(akh)















