Salah Satu Icon Bagian Wisata Diving

SORONG- Penanggung Jawab dan Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Proyek Restocking Hiu Belimbing (Proyek StAR) di Provinsi Papua Barat yang juga sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Provinsi Papua Barat, Prof.Dr.Charly Heatubun,D.Hut.M.Si mengatakan bahwa proyek budidaya atau pemulihan Hiu Belimbing merupakan pertama di dunia.
“Karena melibatkan 70 mitra dari 13 negara bergabung. Kemudian bisa melaksanakan kegiatan ini. Ini menjadi terobosan dan menjadi yang pertama di dunia. Sehingga membawa nama baik Raja Ampat, Papua Barat Daya, Papua Barat dan Indonesia umumnya,” katanya ketika mengunjungi lokasi budidaya Hiu Belimbing.
Menurutnya, ini dapat berjalan dengan baik dan sukses. Kemudian dapat melepasliarkan, dapat bertumbuh dan berkembang menjadi hiu yang dewasa serta memiliki populasi yang sehat. Yang kemudian akan menjadi salah satu icon baru di Raja Ampat, dalam hal wisata diving. Ini akan menjadi kontribusi yang luar biasa dan menciptakan ekonomi yang ada di masyarakat Raja Ampat Papua Barat Daya dan Indonesia umumnya.
“Kita berusaha menyelamatkan salah satu ciptaan Tuhan yang ada. Dan juga memiliki fungsi dan peranan dalam menjaga ekosistem laut. Dan juga merupakan kasus untuk menguji bagaimana suatu kerjasama, kolaborasi yang baik. Tidak hanya dalam tingkat lokal, secara nasional dan juga global,” ujarnya.
Lanjut dikatakan, nantinya akan dipasang alat pendeteksi, menggunakan teknologi untuk melihat perkembangan dan pergerakan Hiu di laut. Kami berharap ada pengiriman berikut, sampai tentunya berdasarkan hasil riset menyatakan bahwa populasi Hiu Belimbing di Raja Ampat sudah sehat dan aman. Kemudian sudah siap menjadi bagian dari pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat.
“Fungsi dari perlindungan ada di masyarakat, khususnya di masyarakat Raja Ampat dan di Papua Barat bahkan seluruh Indonesia melihat bahwa ini adalah aset alam yang perlu kita jaga dan rawat. Tentunya semua berawal dari situ,” tegasnya.
Ketua Dewan Pengurus Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany mengatakan bahwa Pengelolaan satu wilayah kalau dilakukan secara terpadu dan kolaborasi terkoordinasi dengan baik akan memungkinkan konservasi terjadi secara maksimal.
“Raja Ampat di Papua Barat adalah salah satu contoh. Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan di Raja Ampat membuat membuat konservasi ekosistem sangat baik. Bahkan seperti yang sudah diketahui KKP di Raja Ampat mendapat penghargaan Blue Park Award pertengahan tahun ini. Award ini merupakan penghargaan pada pengeloaan Kawasan yang efektif berdasarkan parameter sains,” ungkapnya.
Ia menambahkan Ke depannnya, Konservasi Indonesia akan terus mendukung melalui kegiatan survey dan riset dalam pengelolaan hiu belimbing dan juga spesies lainnya dalam StAR Project di wilayah Raja Ampat untuk lebih menekankan pentingnya upaya konservasi yang terkoordinasi dan kolaboratif di Raja Ampat guna penguatan ekonomi wilayah tersebut, termasuk masyarakat.
“Kegiatan penyadartahuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang spesies hiu belimbing juga digalakkan. Termasuk nantinya peningkatan kapasitas masyarakat lokal karena mereka-lah yang nantnya akan melanjutkan upaya kolaboratif dari StAR Project, merekalah penerus,” jelasnya.
Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari mitra semua, karena kolaborasi yang sudah terjalin selama ini.
“Kita yakin bahwa upaya konservasi yang terpadu dan teroganisir dengan matang serta rapih, pasti akan memberikan hasil yang maksimal. Kawasan Konservasi Perairan di Laut Raja Ampat adalah contoh jelas,” pungkasnya.
Ketua Steering Committee konsorsium StAR Project, Dr. Erin Leigh Meyer Beetham, menyampaikan Upaya kemitraan global dari memulihkan populasi Hiu Belimbing melalui program Reshark.
She say, The StAR Project in Indonesia is only the beginning—ambitious in and of itself, the work we’re doing together will extend to other species, other regions, because there are nearly 400 species of sharks and rays threatened with extinction that we know of and many populations are too low to recover through marine protected areas alone.
“This world first project, StAR, is the first within an international collective to restore endangered sharks and rays, called ReShark. So we have only just begun,” Erin Said.
Dari pantauan Radar Sorong di Pulau KRI, Distrik Meosmansa Kabupaten Raja Ampat lokasi Budidaya Ikan Hiu Belimbing dengan corak kecoklatan. Hanya ada 3 ekor didatangkan dari Australia berjenis kelamin laki-laki satu ekor dan perempuan 2 ekor dengan memiliki panjang 51-58 cm berusia 2 bulan.
Kemudian, Diberi makan Moluska atau seafood oleh Ketua Steering Committee konsorsium StAR Project, Dr. Erin Leigh Meyer Beetham didampingi Ketua Dewan Pengurus Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany dan Penanggung Jawab dan Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Proyek Restocking Hiu Belimbing (Proyek StAR) di Provinsi Papua Barat Prof.Dr.Charly Heatubun,D.Hut.M.Si yang juga sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Provinsi Papua Barat.(zia)















