MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari terus menggenjot penanganan stunting. Salah satunya di wilayah Distrik Manokwari Selatan (Mansel).
Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Manokwari Balita di Distrik Mansel sebanyak 1.243 dan 43 beresiko Stunting serta 20 balita dalam pengawasan.
Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan pemerintah Manokwari hingga kini terus melakukan penurunan angka stunting dengan kelompok kerja (Pokja) tim percepatan dan tim pendamping keluarga di setiap Distrik.
“Program ini telah terancang dan berjalan dengan baik. Untuk itu, permasalahan stunting perlu adanya kerja sama dari semua pihak,” ujarnya, Jumat (20/1).
Ia menjelaskan prevelensi stunting di Manokwari tercatat masing tinggi sekitar 22,6 persen yang mana target 14 persen di tahun 2024 harus benar-benar digenjot semaksimal mungkin.
“Kita masih punya waktu lagi sekitar 2 tahun, ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk bisa menurunkan angka stunting di Manokwari,” jelasnya.
Untuk itu, Ia meminta pihak Puskesmas, bidan desa, petugas gizi, petugas lapangan bersama dengan kader posyandu serta tim pendamping keluarga untuk melakukan pendataan bayi dan balita yang berpotensi stunting.
“Saya minta Ibu Kepala Distrik untuk bisa mengkoordinir desa dan kelurahan untuk memastikan kegiatan penurunan stunting berjalan dengan baik,” pintanya.
“Sehingga target di 2024 bisa tercapai,” imbuhnya.
Ia menyebutkan bayi dan balita yang ada di Distrik Mansel merupakan bagian dari masa kini dan masa depan. Oleh sebab itu, kita wajib merawat dan memantau status gizi dan kesehatan.
“Program yang ada di Posyandu bisa berguna bagi para ibu untuk lebih memperhatikan pola gizi dan kesehatan bayi dan balita,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Manokwari Selatan, Meliana Sayutan berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya hingga bisa menyelesaikan permasalahan stunting.
Ia menjelaskan sesuai arahan, dana desa yang masing-masing kampung atau desa terima, peruntukannya bisa menangani stunting melalui musyawarah kampung.
“Kampung-kampung yang ada di Mansel sebagian sudah melaksanakan hal tersebut,” jelasnya. (bw)














