Distrik Aimas Juara I, Juara II Distrik Mayamuk dan Juara III Distrik Salawati
AIMAS – Sebanyak 28 regu masak perwakilan dari 24 distrik di Kabupaten Sorong beradu kreativitas mengolah pangan lokal dalam lomba cipta menu yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Kamis (9/6). Pada kompetisi ini, tema yang diusung yakni pemenuhan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dengan memanfaatkan sumber pangan lokal.
Bupati Sorong melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Max Kareth mengatakan, saat ini pemerintah pusat hingga daerah sedang fokus menggarap program ketahanan pangan yang bersifat pangan aman (security food).
Apalagi isu ketahanan pangan saat ini menjadi semakin terkenal karena banyak ditemukan kasus stunting, gizi buruk dan busung lapar. Dimana penyakit tersebut disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan standar gizi dalam asupan pangan.
“Kemandirian pangan lokal ini harus kita tingkatkan juga harus membiasakan diri makan pangan lokal. Jangan telalu bergantung pada beras maupun gandum. 60 persen konsumsi gandum berasal dari Ukraina. Sejak perang dengan Rusia suplai gandum ke beberapa negara berhenti, termasuk Indonesia. Maka harga tepung gandum mahal, roti juga naik. Maka pangan lokal ini harus digalakkan,” pesan Markus.
Untuk memotifasi masyarakat untuk bisa mengkonsumsi makanan sesuai pola pangan secara khusus, pemerintah berharap TP PKK dan GOW Kabupaten Sorong dapat terus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Hal tersebut guna menguatkan sumber daya pangan lokal dalam rumah tangga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Ir. Maritje Wattimena mengatakan, lomba cipta menu sendiri bertujuan untuk melatih kreatifitas ibu-ibu sebagai penyedia menu bagi keluarga. Sehingga mereka bisa berkreasi dengan potensi pangan lokal yang tersedia di wilayahnya.
“Tentu dengan gizi seimbang yang aman untuk dikonsumsi. Jadi tidak menyediakan pangan yang hanya asal kenyang. Namun juga harus memperhatikan kandungan gizi dari menu yang disajikan,” kata Maritje.
Dirinya berharap, PKK Distrik dapat ikut berperan mendorong masyarakat di wilayahnya untuk mewujudkan kemandirian pangan lokal.
“Ini adalah kompetisi cipta menu lokal non beras dan tepung. Kami berharap lomba cipta menu sehat ini tidak hanya sebatas lomba, namun bagaimana ibu-ibu juga bisa mengimplementasikannya dalam lehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Ditambahkan Maritje, dalam lomba ini tolak ukur yang menjadi kriteria penilaian adalah keberagaman gizi serta kreatifitas peserta dalam mengolah pangan tersebut.
Di penghujung kegiatan lomba, peserta tuan rumah dari Distrik Aimas meraih juara I dengan hadiah uang tunai senilai Rp 10 juta dan piala. Juara II diraih Distrik Mayamuk dengan hadiah uang tunai senilai Rp 7,5 juta dan piala, serta juara III dari Distrik Salawati dengan hadiah uang tunai Rp 5 juta dan piala.(ayu)















