AIMAS – Guna meningkatkan produktivitas keterampilan bagi OAP (Orang Asli Papua), Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyelenggarakan kegiatan pelatihan mengemudi, pelatihan meubeler, pelatihan perbengkelan serta pelatihan menenun.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sorong, Marthen Nebore mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 132 peserta yang merupakan utusan dari 32 distrik se-Kabupaten Sorong. Ia menyebutkan, kegiatan pelatihan dipandang penting untuk mempersiapkan pemuda di 32 distrik tersebut agar memiliki daya saing hingga bahkan mampu berwirausaha.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi peserta sehingga dari hasil pelatihan yang didapatkan bisa digunakan memenuhi cakupan ekonomi keluarganya untuk sekarang bahkan di waktu yang akan datang,” ujar Marthen.
Kegiatan yang bersumber dari dana Otsus tahun 2023 tersebut disebutkan telah mendasar kepada UU Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sorong tahun 2022. Dimana pemerintah dianggap perlu menyediakan wadah bagi angkatan kerja dalam rangka meningkatkan skill dan keterampilannya.
“Dengan demikian maka mereka akan siap terjun ke dunia kerja. Mereka sudah siap pakai, tidak ditempa dari awal lagi. Sehingga melalui dana Otsus kita selalu mendorong pemuda untuk berkiprah di dalam dunia usaha lewat berbagai pelatihan,” ujarnya.
Marthen menambakan, bahwa kegiatan pelatihan semacam itu sudah menjadi agenda rutin pada Disnakertrans. Hal tersebut dilakukan sebab menciptakan lapangan kerja di era modern ini memang sangat membutuhkan tenaga ahli yang mumpuni, kreatif dan berjiwa usaha. Maka, melalui pelatihan para pemuda diajar secara maksimal oleh tenaga ahli di bidangnya agar nantinya mereka siap membuka lapangan kerja baru. (ayu)














