AKBP Ary Nyoto Setiawan : Dua Tahun Menjabat, Double O yang Menonjol
SORONG – Penanganan tragedi Double ’O’ yang menewaskan total 18 orang, menjadi atensi khusus Kapolres Sorong Kota yang baru untuk terus ditangani sampai tuntas. Kapolres Sorong Kota AKBP. Yohanes Kindangen,S.IK,MSi usai resmi memimpin Polres Sorong Kota kepada wartawan mengatakan, samp ai saat ini pihaknya masih memburu tiga orang pelaku yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mengenai nama ketiga DPO tersebut akan disampaikan kemudian dan Reskrim akan segera merilis nama-nama tersebut.
Dikatakannya, untuk penyidikan, pihak-pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan termasuk pemilik THM dan penanggungjawabnya juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. ”Kasusnya saat ini sudah ditangani oleh Reskrim, dan penanganannya itu ditangani oleh Dirreskrimum dan Bapa Kapolda,” kata Kapolres Sorong Kota.
Sementara itu, selama dua tahun menjabat Kapolres Sorong Kota sebelum akhirnya dipercayakan menjabat Wakadensat Brimob Polda Papua Barat, AKBP Ary Nyoto Setiawa,S.IK,MH mengakui kasus yang paling menonjol adalah tragedi Double O yang terjadi Januari lalu.
Usai acara lepas sambut Kapolres Sorong Kota, Jumat (11/2) di halaman Mapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, peristiwa penganiayaan yang berlanjut dengan pembakaran gedung tempat hiburan malam (THM) Double O walaupun kasusnya cukup besar namun bisa dikendalikan. ”Selama saya disini, yang menonjol itu yang kemarin (Peristiwa di Double O) namun kita bersyukur bisa dikendalikan ya,” kata Ary Nyoto sembari mengatakan tragedi Double O yang menewaskan total 18 orang cukup membuatnya syok dan tidak menyangka korban bisa sebanyak itu.
Dikisahkannya, pada saat kejadian pihaknya sudah mengantisipasi dan menimalisir kemungkinan adanya korban yang lebih besar, namun pihaknya tidak menduga kalau pagi harinya mendapat laporan ada belasan korban yang terjebak di lantai II gedung Double O. ”Pada saat malam kejadian kita sudah pastikan korban dievakuasi semua keluar, namun ternyata kita tidak menduga setelah pagi kita mendapat laporan masih ada belasan korban lain yang masih terjebak di dalam,” tuturnya.
Seperti diketahui, tragedi Double O yang menewaskan total 18 nyawa menyita perhatian publik bukan hanya lokal Sorong dan Papua Barat, tetapi secara nasional. Setelah dipindahkan ke tempat tugas yang baru sebagai Wadansat Brimob Polda Papua Barat, Ary Nyoto Setiawan berpesan kepada jajaran anggota Polres Sorong Kota supaya disiplin, loyalitas kepada pimpinan dalam melaksanakan tugas melindungi, mengayomi dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Sorong. (ris)















