• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 18 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Masalah Pendidikan di Papua, Imbas Negara Abai?

by admin
29 September 2022
in Feature
0
Meneladani Hijrah Rasulullah Muhammad SAW
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti

(The Voice of Muslimah Papua Barat)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2021 untuk Provinsi Papua 60,62 dan Papua Barat 65,26. Meski capaian kedua provinsi naik secara gradual, kedua skor tersebut masih merupakan yang terburuk di seluruh Indonesia.

Indek Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu komponen untuk mengukur derajat kualitas hidup manusia, baik secara fisik maupun non fisik. Salah satu parameter peningkatan IPM di suatu daerah adalah dilihat dari sektor pendidikan. (https://www.bps.go.id)

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168

Dari sektor pendidikan, Papua memiliki permasalahan yang sangat kompleks. Wajah pendidikan di Papua masih sangat suram. Meskipun kini banyak orang Papua sudah bersekolah tinggi, bahkan hingga menjadi doktor dan profesor, namun realitas itu belum menggambarkan kondisi nyata wajah pendidikan di Papua.

ADVERTISEMENT

Masalah Pendidikan di Papua

Pendidikan bagi masyarakat Papua sangat tertinggal dari daerah-daerah lain di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua pada 2021, persentase buta aksara di sana mencapai 21,9 persen. Situasi ini menempatkan Papua pada urutan teratas provinsi dengan persentase buta aksara tertinggi pada tahun lalu, untuk penduduk usia 15 tahun ke atas.

Permasalahan pendidikan di Papua sangat kompleks. Dimulai dari kendala kesejahteraan dan jaminan kehidupan bagi para guru. Belum lagi konflik yang ditimbulkan OPM, memberikan dampak besar terhadap keamanan dan jalannya pendidikan. Sehingga akhirnya banyak guru yang tidak mau ditempatkan di daerah pedalaman.

Kegiatan belajar mengajar di daerah kampung atau distrik masih mengalami kekurangan guru. Padahal keberadaan Orang Asli Papua (OAP) kebanyakan terkonsentrasi pada kampung atau distrik di daerah pegunungan, yang sebagian besar daerah ini diklasifikasikan sebagai daerah perdesaan dan sangat tertinggal.

Bagi guru yang hadir pun, proporsinya lebih banyak guru honorer, ketimbang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang biasanya kualitasnya lebih baik. Ironinya, proporsi guru PNS sebenarnya lebih besar daripada guru honorer di segala jenjang pendidikan.

Studi dari Kementerian Pendidikan (Kemendikbudristek) menunjukkan beragam alasan yang diberikan para guru PNS atas ketidakhadiran mereka. Mulai dari menghadiri rapat atau seminar, hingga menjalankan aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan akademik.

Selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Daerah (Pemda) di Papua gencar membuat program beasiswa pendidikan bagi OAP di segala jenjang. Namun, ada kesalahan manajemen dalam implementasi kebijakan pemberian beasiswa di Papua.

Berbagai program beasiswa ini pelaksanaannya tidak termonitor dengan baik. Pemda hanya terlibat dalam proses penganggaran dan pencairan dana beasiswa, namun abai dalam tahapan monitoring dan evaluasi para pemegang beasiswa.

Akibatnya, para penerima beasiswa tidak mendapat arahan, atau dapat bertindak sesuka hati dalam menjalani beasiswa. Hasilnya mudah ditebak. Banyak yang ketika lulus sekolah dan kuliah berujung tidak memiliki keahlian, atau bahkan harus putus di tengah jalan.

Minimnya sarana dan prasarana sekolah juga berdampak pada proses belajar mengajar, terutama di daerah pelosok dan pedesaan. Dari mulai bangunan sekolah yang sudah tua, minimnya ruang kelas, peralatan sekolah yang tidak memadai, hingga tidak tersedianya fasilitas MCK.

Negara Abai?

Negara sejatinya adalah institusi yang mempunyai peran penting dalam masalah pendidikan. Tapi dalam masalah pendidikan di Papua, negara belum mampu menghadirkan rasa aman, abai dalam mengawal proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, abai dalam mengevaluasi kinerja guru, dan abai dalam memberikan sarana serta prasarana yang memadai.

Masalah pendidikan yang terjadi di Papua akan mengancam potensi anak-anak Papua untuk tumbuh menjadi generasi-generasi yang cerdas, unggul, dan berakhlak mulia. Hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas tidak terpenuhi.

Jika hal ini dibiarkan tanpa penanganan khusus dari negara, maka bisa dipastikan anak-anak Papua tetap terbelenggu dengan kebodohannya. Dan berakhir menjadi generasi yang tidak bisa membuat tanah Papua menjadi maju, berdaulat, dan terbebas dari penjajahan Asing dan Aseng.

Pendidikan dalam Islam

Keberhasilan sistem pendidikan Islam bukanlah sekadar dongeng di negeri antah berantah. Akan tetapi, kegemilangannya telah tercatat dalam lembaran sejarah manusia selama berabad-abad. Siapa pun tidak dapat membantah sejarah ini. Bahkan Barat pun mengakuinya.

Di dalam Islam, negara berkewajiban memenuhi segala kebutuhan yang dibutuhkan warganya. Kesejahteraan, keadilan, kesehatan, termasuk dalam hal pendidikan. Semua wajib mendapatkan, baik muslim maupun non muslim.

Negara dalam Islam benar-benar menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah investasi masa depan. Negara juga akan memberikan jaminan pendidikan secara gratis dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga negara untuk melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi dengan fasilitas (sarana dan prasarana) yang disediakan negara.

Negara juga berkewajiban mendorong manusia untuk menuntut ilmu, melakukan tadabbur, ijtihad, dan berbagai perkara yang bisa mengembangkan potensi akal manusia. Kebijakan negara secara sistemis akan mendesain sistem pendidikan yang unggul.

Negara wajib menyediakan fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang cukup dan memadai seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, balai-balai penelitian, buku-buku pelajaran, dan lain sebagainya. Negara juga berkewajiban menyediakan tenaga-tenaga pengajar yang ahli di bidangnya, sekaligus memberikan gaji yang cukup bagi guru dan pegawai yang bekerja di kantor pendidikan.

ADVERTISEMENT

Dengan politik ekonomi Islam, pendidikan yang berkualitas dan bebas biaya bisa terealisasikan secara menyeluruh. Negara akan menjamin pendidikan tidak dijadikan sebagai lahan bisnis atau komoditas ekonomi, sebagaimana realita dalam sistem kapitalisme saat ini.

Sistem Islam memiliki metode yang khas dalam pembelajaran yang tidak ada dalam sistem mana pun selain Islam. Dengan menerapkan metode Islam dalam pendidikan, maka akan melahirkan generasi emas berkepribadian Islam, sekaligus menguasai berbagai bidang kehidupan.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Pangkoarmada III Entry Briefing di Atas KRI

Next Post

BPK Dorong Pemda Penuhi 5 Komponen Iuran JKN-KIS PNS Daerah

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
BPK Dorong Pemda Penuhi 5 Komponen Iuran JKN-KIS PNS Daerah

BPK Dorong Pemda Penuhi 5 Komponen Iuran JKN-KIS PNS Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Team Mangewang Polresta Sorong Kota Tangkap Pelaku Curanmor

Team Mangewang Polresta Sorong Kota Tangkap Pelaku Curanmor

18 Agustus 2026
Sukses Kawal HUT ke-81 RI, PLN Wujudkan Keandalan Listrik Tanpa Gangguan

Sukses Kawal HUT ke-81 RI, PLN Wujudkan Keandalan Listrik Tanpa Gangguan

18 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!