• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Sabtu, 15 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Guru Mulia dalam Islam

by admin
7 November 2022
in Feature
0
Meneladani Hijrah Rasulullah Muhammad SAW
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti

(The Voice of Muslimah Papua Barat)

Dinas pendidikan Provinsi Papua Barat hingga kini masih mengalami kekurangan tenaga guru SMA dan SMK sebanyak 1.261 orang, terdiri atas 747 tenaga guru SMA dan 514 tenaga guru SMK.

Kepala Disdikbud Papua Barat Barnabas Dowansiba mengatakan, kekurangan guru merupakan masalah penting. Sebab untuk membangun pendidikan yang berkualitas di Papua Barat membutuhkan keterlibatan dan peran aktif para guru.”Kalau tidak ada guru, maka tidak mungkin kita wujudkan generasi bangsa yang berkualitas, tidak mungkin satu guru mengajar ke semua anak,” jelas Dowansiba. (Beritasatu.com, 25/10/2022).

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168

Kenapa bisa suatu daerah kekurangan guru? Dan kenapa para guru ini seolah “enggan” untuk datang mengajar dan mendidik generasi harapan bangsa di daerah Indonesia Timur?

ADVERTISEMENT

Guru dalam Kubangan Kapitalisme

Setiap tanggal 25 November menjadi hari peringatan bagi Guru se Indonesia Raya. Guru merupakan tonggak peradaban. Guru adalah seorang pendidik, lisannya adalah mutiara dan tingkah lakunya adalah panutan. Darinya lah dilahirkan generasi harapan bangsa. Namun sederet fakta menyedihkan masih harus dirasakan oleh para pendidik hari ini.

Pergantian Presiden, pergantian Menteri, bahkan pergantian peraturan masih saja belum ada yang benar-benar memperhatikan kesejahteraan para guru. Terutama guru honorer. Potret buram terkait masalah guru honorer sudah terjadi begitu lama. Statusnya yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadikannya mendapat perlakuan yang berbeda, meski dengan beban tugas yang sama.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa guru dengan status PNS kondisinya lebih sejahtera dibandingkan dengan para guru berstatus honorer. Keringat yang keluar dan segudang ilmu yang diberikan, nyaris tak dihargai dalam sistem demokrasi.

Saat ini, banyak guru yang masih tersibukkan oleh urusan administrasi, hingga kadang teralihkan untuk mewujudkan idealisme mencetak generasi. Ditambah ada yang honornya tak memadai. Sedangkan tugas mengajar tidak hanya dilakukan di kelas. Terkadang para guru juga harus memeriksa tugas-tugas yang dibuat siswa di luar kelas, sementara gaji mereka hanya dihitung dari jumlah jam mengajar di kelas.

Akhirnya banyak guru yang mencari pekerjaan sampingan. Jika guru tersibukkan dengan kerja sampingan untuk menutupi kebutuhan hidupnya, niscaya optimalisasi proses belajar mengajar akan sulit terpenuhi. Faktanya, kesejahteraan bagi para guru memang sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan.

Sistem ekonomi kapitalistik menjadikan ikatan antara penguasa dan rakyatnya sebatas untung/rugi. Guru atau pendidik sekadar dimaknai sebagai buruh yang melaksanakan tugasnya, yaitu mengajar. Pemerintah bak perusahaan besar yang mengupah para guru sesuai prinsip korporasi, yakni profit oriented. Walhasil, upahnya harus minimum agar menghasilkan profit yang maksimum.

Sudahlah upah gurunya tidak sepadan, fasilitas sekolahnya tidak memadai, kurikulum berbasis korporasi, ditambah lagi negara kurang menjaga rasa keamanan di daerah-daerah pelosok dan berkonflik, sehingga para guru seolah merasa enggan dan takut untuk ditempatkan di daerah tersebut.

Padahal, pendidikan semestinya menjadi investasi terbesar bagi sebuah bangsa. Profesi seorang guru adalah tugas yang amat mulia. Seharusnya negara memperhatikan kesejahteraan hidupnya. Negara juga harus menjamin keamanan dan keselamatannya saat mengajar. Agar mereka bisa fokus dalam mencetak generasi cemerlang.

Fakta menunjukkan, bahwa negara belum bersungguh-sungguh dalam memperhatikan nasib para guru.  Padahal pendidikan merupakan pilar peradaban yang seharusnya mendapat prioritas utama untuk diurusi. Maka wajar saja jika terjadi carut marut dunia pendidikan. Mirisnya, urusan pendidikan masih kalah jauh dengan urusan pembangunan infrastuktur negara.

Guru Mulia dalam Islam

Di masa kejayaan Islam, negara sangat menghormati dan memuliakan ilmu, pengajar dan pembelajarnya. Tidak seperti di masa sekarang. Dimana ilmu harus dibayar mahal, sedang gaji guru dibayar sangat murah. Sistem Islam mampu menyejahterakan guru. Islam juga memberikan garansi terhadap kesejahteraan para guru.

Islam memandang tugas seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Karena jasa guru, banyak manusia menjadi orang mulia dan terhormat. Itulah kenapa Islam menempatkan guru pada posisi sangat mulia.

Guru memiliki banyak keutamaan. Dalam sebuah hadis dikatakan, “Sesungguhnya Allah, para malaikat dan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, sampai semut yang ada di liangnya dan juga ikan besar, semuanya bershalawat kepada muallim (orang yang berilmu dan mengajarkannya) yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR. Tirmidzi).

Dalam Islam, guru adalah sosok yang dikaruniai ilmu oleh Allah SWT, yang dengan ilmunya itu ia menjadi perantara manusia yang lain untuk mendapatkan, memperoleh, serta menuju kebaikan di dunia maupun di akhirat. Selain itu guru tidak hanya bertugas mendidik muridnya agar cerdas secara akademik, tetapi juga guru mendidik muridnya agar cerdas secara spritual yaitu memiliki kepribadian Islam.

Sejarah telah mencatat bahwa dalam naungan Islam, guru mendapatkan penghargaan yang sangat tinggi dari negara. Di riwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah, dari Sadaqoh ad-Dimasyqi, dari al- Wadl-iah bin Atha, bahwasanya ada tiga orang guru di Madinah yang mengajar anak-anak, dan Khalifah Umar bin Khattab memberi gaji 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas. 15 dinar = 63,75 gram emas. Bila saat ini 1 gram emas Rp.900.000, berarti gaji guru pada saat itu setiap bulannya sebesar Rp.57.375.000).

Pada zaman Shalahuddin al Ayyubi gaji guru lebih besar lagi. Di dua madrasah yang didirikannya yaitu Madrasah Suyufiah dan Madrasah Shalahiyyah, gaji guru berkisar antara 11 dinar sampai dengan 40 dinar. Artinya gaji guru bila di kurs dengan nilai saat ini adalah Rp.42.075.000 sampai Rp.153.000.000.

Di masa puncak kejayaan kekhalifahan Abasiyah, gaji para pengajar dan ulama saat itu benar-benar sangat fantastis. Gaji para pengajar di masa itu sama dengan gaji para mu’adzin yakni 1000 dinar emas pertahun. Bila di kurs dengan nilai saat ini adalah Rp.3,85 miliar pertahun, atau Rp.318.725.000 perbulan.

Dalam sistem Islam, tingginya penghargaan yang diberikan negara pada SDM di bidang pendidikan, menjadikan ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat di masa keemasan Islam saat itu. Bahkan, karya tulis yang ada saat itu akan ditimbang beratnya kemudian diganti dengan emas.

ADVERTISEMENT

Bukan hanya nominalnya yang besar, gaji ini pun dibagikan tanpa memandang status pegawai negeri atau bukan, di perkotaan atau perdesaan. Seluruh guru memiliki hak dan tugas yang sama, yaitu mendidik generasi.

Semua ini tidak akan bisa terwujud jika negara masih menerapkan sistem kapitalisme demokrasi. Para guru membutuhkan hadirnya sistem pendidikan Islam yang memuliakan posisi dan peran para guru. Sehingga kesejahteraan para guru benar-benar terealisasi.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemrov Papua Barat Jajaki Kerja Sama dengan DKI Jakarta

Next Post

Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Liverpool Vs Madrid, PSG Vs Bayern

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Liverpool Vs Madrid, PSG Vs Bayern

Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Liverpool Vs Madrid, PSG Vs Bayern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Soal Relokasi Pasar Remu, Fraksi PKS Minta Pemkot Sorong Berikan Kepastian

Soal Relokasi Pasar Remu, Fraksi PKS Minta Pemkot Sorong Berikan Kepastian

14 Agustus 2026
Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu

Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!