SORONG- Pemerintah Kota Sorong (7/9) mengerahkan satu unit alat berat (Escavator) melakukan penggusuran terhadap sisa sisa puing bangunan sekaligus menata kawasan tersebut supaya diakses kendaraan dari dan atau tujuan Pasar Modern Rufei berjalan baik. Melalui sambungan telepon, Kepala Dinas PPLH Kota Sorong, Julian Kelly Kam bu, ST.M.Si menuturkan bahwa penggusuran ini bertujuan untuk menata kawasan tersebut menjadi ruang terbuka hijau.
Dengan ditatanya kawasan tersebut, Lanjut Kelly Kambu maka nama besar Pasar Boswesan yang merupakan salah satu pasar kebanggan masyarakat Kota Sorong tinggal kenangan. “Pasar Boswesen tinggal kenangan. Pasar Boswesen adalah masa lalu, Pasar Modern adalah masa depan,” tuturnya sembari menambahkan, tujuan pemerintah adalah memastikan kepada setiap masyarakat terutama pedagang mama -mama Papua agar dapat mendapat tempat yang layak untuk berdagang.
Diakuinya bahwa selama proses relokasi dari awal sampai dengan saat ini, pemerintah Kota Sorong mendapat tantangan dari para pedagang yang menolak untuk pindah ke Pasar Moderen Rufei dengan alasan bahwa, di tempat yang baru tersebut dagangan mereka tidak laku terjual sehingga mereka pun melakukan aksi demo ke Pemerintah Kota Sorong.
Kelly menyebutkan, perlu penyamaan persepsi dan komitmen bersama serta proses waktu kedepan untuk membentuk kebiasaan dan merubah pola pikir masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang lebih layak untuk berdagang. Juga dijelaskan bahwa tujuan pemerintah membangun Pasar Modern Rufei adalah perputaran ekonomi masyarakat, tidak hanya berpusat di satu titik, tetapi juga berpusat ke wilayah barat.
Ia menambahkan, kawasan eks Pasar Boswesen, akan dibuat menjadi kawasan ruang terbuka hijau. Dikawasan ini akan dibangun fasilitas bermain anak.dan fasilitas olah raga seperti yang ada di alun – alun Aimas kabupaten Sorong. Tujuannya supaya setiap masyarakat bisa menikmatinya sebagai tempat bersantai untuk menikmati suasana sore dan matahari terbenam. (ris)












