Josua Sayori : Bila Tidak Diperpanjang, Nataniel Mandacan yang Menjadi Caretaker
MANOKWARI – Puluhan massa menyambangi dan menggelar aksi demo di kantor DPR Papua Barat menyuarakan aspirasi perpanjangan masa jabatan Gubernur Papua Barat, Kamis (21/4). Poin tuntutan dalam aksi kali ini yakni mendukung perpanjangan jabatan gubernur Dominggus Mandacan sampai 2024, mendukung Nataniel Mandacan sebagai karateker gubernur 2022-2024, pejabat gubernur berasal dari tokoh pejuang hadirnya Papua Barat, mendukung Lasarus Indow sebagai Sekda Papua Barat, meminta DPR PB segera melaksanakan rapat pleno penetapan perpanjangan dan segera mengusulkan ke Presiden untuk mendapatkan keputusan Presiden.
Massa diterima Ketua Fraksi Otsus DPR PB, George Dedaida dan anggota DPR Papua Barat, Musa Dowansiba. Setelah aspirasi diterima, hingga pukul 15.30 wit massa masih menduduki jalan masuk ke perkantoran Gubernur Papua Barat.
Koordinator aksi, Josua Sayori kepada Radar Sorong mengatakan, aksi kali ini merupakan aksi spontanitas, bukan dari satu suku melainkan aliansi dukungan dari semua suku Papua maupun Nusantara yang mendiami Papua Barat. ”Mereka (massa) menyatakan sikap untuk bapak Dominggus Mandacan diperpanjang atau menjadi karateker Provinsi Papua Barat, karena beliau merupakan Kepala Suku Besar Arfak,” kata Josua Sayori.
Josua menyatakan, selama kepemimpinannya, Dominggus Mandacan mampu menyatukan perbedaan agama, suku dan ras yang ada di Papua Barat. Selama menjabat sebagai gunernur, Dominggus Mandacan tidak hanya fokus membantu satu agama atau suku saja, melainkan semua agama dan suku yang ada di Papua Barat. ”Pekan lalu kita sudah melakukan rapat di salah satu hotel di Manokwari bersama dengan semua kepala suku nusantara,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan. Apabila pemerintah pusat menunjuk karateker gubernur selain Dominggus Mandacan, permasalahan akan tambah panjang. ”Yang tahu persis permasalahan mana yang sudah diselesaikan atau belum adalah bapak Dominggus Mandacan,” ungkapnya.
Pihaknya memberikan dua opsi, jika Dominggus Mandacan tidak bisa diperpanjang masa jabatannya maka Nataniel Mandacan yang menjadi karateker. ”Nataniel Mandacan adalah opsi kedua jika opsi pertama tidak bisa,” kata Josua. ”Kedua tokoh ini merupakan pejuang hadirnya provinsi Irian Jaya Barat atau sekarang menjadi Papua Barat,” imbuhnya.
Menurutnya, pemalangan yang dilakukan disejumlah titik tidak akan dibuka sebelum ada putusan hasil dari DPR PB. ”Jika belum diputuskan dalam sidang pleno DPR PB, kami akan memutuskan untuk melakukan aksi yang lebih besar lagi,” bebernya. Ia berharap aspirasi yang telah diberikan ke DPR PB dalam waktu yang dekat bisa sidang pleno penetapan.
Sementara itu, Ketua Fraksi Otsus, George Dedaida yang menerima massa di depan kantor DPR PB mengatakan aspirasi massa diterima dan akan di tindaklanjuti sesuai mekanisme kedewanan untuk secepatnya dijawab guna kebaikan semua. ”Saya berharap masyarakat bisa jaga keamanan sehingga kita dianggap masyarakat baik yang bisa menerima pembangunan,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan ke pimpinan dan 56 anggota DPR PB untuk ditindak lanjuti. ”Hasil tindak lanjut DPR PB akan disampaikan ke pusat,” ucapnya.
Sebelum menyuarakan aspirasi di depan gedung DPR Papua Barat, Kamis (21/4) pagi sekitar pukul 06.00 WIT, terjadi pemalangan jalan di depan Asrama Mahasiswa Mansinam. Kemudian sekitar pukul 10.00 WIT, massa kembali melakukan aksi pemalangan di perkantoran gubernur sehingga membuat aktifitas perkantoran lumpuh total. Hingga berita ini diturunkan, pemalangan di depan Asrama Mansinam dan perkantoran Gubernur Papua Barat belum dibuka.
Dominggus Mandacan : Kami Dukung Siapapun Carateker Gubernur PB
Diwawancarai usai peresmian Gereja GKI Sion Kambufatem Kabupaten Maybrat, Rabu (20/4) lalu, Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,MSi menyatakan pada prinsipnya siapapun yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai caretaker gubernur Papua Barat, pihaknya mendukung sepenuhnya. ”Keputusan ada di tangan Presiden dan juga kementerian/lembaga terkait dalam memberikan masukan kepada Presiden untuk memutuskan, begitu,” ’ kata Mandacan.
Sebagai pejabat di daerah dan juga selaku tokoh masyarakat, Dominggus Mandacan menyatakan pada prinsipnya ia mendukung siapapun yang ditugaskan pemerintah pusat untuk menjabat caretaker Gubernur Papua Barat. ”Prinsipnya kita sebagai pejabat, sebagai tokoh masyarakat, tokoh adat, siap mendukung,” kata Mandacan sembari menambahkan bahwa siapapun yang ditugaskan ke Papua Barat menjabat caretaker gubernur, pasti itulah yang terbaik menurut penilaian pemerintah pusat.
Disinggung terkait masa kepemimpinannya selama lima tahun, Dominggus mengatakan ada banyak hal yang dilakukan, namun ada juga yang belum bisa dilakukan disebabkan karena berbagai alasan diantaranya alokasi anggaran yang terbatas, bencana Covid-19 yang telah memasuki tahun ketiga dan juga kebijakan pembangunan yang belum terlaksana maksimal. ”Tapi itu bukan menjadi alasan. Prinsipnya kami menyampaikan terima kasih kepada rakyat Papua Barat yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami selama lima tahun memimpin Provinsi Papua Barat,” pungkasnya. (bw/ris)












