SKK Migas Gelar Temu Sahabat Jurnalis Pamalu
SORONG– Kepala Departemen Humas SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Galih W. Agusetiawan dalam kegiatan SKK Migas Temu Sahabat Jurnalis Pamalu, melalui Zoom meeting, Selasa (8/3) menyampaikan materi terkait menyeimbangkan hak dan kewajiban untuk keberlangsungan industri hulu Migas dan pemerataan kesejahteraan di daerah.
“Dimana yang menjadi garis besar adalah yang pertama, ketahanan energi nasional atau negara harus menjadi prioritas. Kedua, dalam memperjuangkan ketahanan energi nasional harus melihat program keberlanjutan jangka panjang. Ketiga dalam menjalankan program sustainable dibutuhkan mitra-mitra yang dapat berkolaborasi sesuai dengan target. Keempat, hak dan kewajiban itu seiring bersama antar mitra,” katanya kepada Radar Sorong ketika dihubungi usai zoom meeting.
Sehingga, lanjutnya bahwa mitra yang sudah mendapatkan hak, jangan lupa kewajibannya. Mitra yang sudah banyakan kewajiban, tolong dibantu hak-haknya. Karena normalnya hak asasi manusia. Yang terpenting bukan tujuannya kemana, bukan juga perjalanannya bagaimana.

“Mitra-mitra harus bersama-sama melihat jangka panjang rencananya untuk melihat Indonesia sejahtera. Kesejahteraan Indonesia bukan hanya untuk hari ini saja tapi jangka panjang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bukan hanya investasi bisa menghasilkan pendapatan negara tapi investasi bisa menggerakkan perekonomian multiplayer effect di daerah terdekat. Ketika industri Hulu Migas yang lokomotif melakukan perekonomian di daerah terdekat maka daerah terdekat industrinya akan maju. Karena multiplayer effect terjadi.
“Contohnya airport. Bisa dibayangkan kalau dulunya perekonomian di Kota Sorong disupport oleh orang-orang yang sering belanja karena dia bekerja di BP Tangguh dan dia harus transit di Kota Sorong. Perekonomiannya sekarang sudah tidak berarti, karena sudah tidak ada multiplayer effect di sini,” tandasnya.
Lanjut dikatakan, berbeda dengan di Kabupaten Sorong merupakan kabupaten pemda penghasil migas. Karena pemda penghasil migas, mereka berarti mendapatkan keuntungan dua kali, bukan hanya multiplayer effect. Kalau multiplayer effect pasti, kalau ada kegiatan disana pasti nginap disana atau tenaga kerja, orang sana juga itu pasti. Mereka juga mendapatkan keuntungan BPH migas.
“Nah, BPH migas terkait dengan berapa banyak migas yang keluar dari perut bumi. Sekarang ini migas yang keluar dari perut bumi di Kabupaten Sorong kontribusi hanya 0,7 persen saja. Hal tersebut karena tidak ada penemuan migas baru,” jelasnya.
“Nah, ini ada kegiatan menanam pohon atau eksplorasi. Mudah-mudahan kegiatan menanam pohon pengeboran sumur diperbolehkan masyarakat. Kalau tidak terjadi maka multiplayer tidak terjadi maka tahun kedepan 0,7 persen akan menurun lagi. Nah, peran seluruh stakeholder perlu mendukung hal tersebut karena program menanam pohon itu bagus,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Subagyo dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan bersama jurnalis adalah kegiatan rutin SKK Migas Pamalu bersama para jurnalis dengan bertujuan untuk berbagi informasi kinerja-kinerja, dan kegiatan-kegiatan strategis yang akan dilakukan SKK Migas Pamalu.
“Jadi setiap di awal tahun pasti kita melakukan pertemuan dengan insan pers. Kemudian ini sekaligus bentuk kedekatan kami terhadap para jurnalis, Karena tujuan kami sama SKK Migas dan para jurnalis yaitu memberikan advokasi yang sebenarnya,” pungkasnya.
Wartawan yang hadir dalam kegiatan SKK Migas temu jurnalis yakni media dari Tanimbar, Seram, Ambon, Manokwari, Bintuni dan Sorong Raya.(zia)












