Oleh: Bangun Richad Busana
Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang
Sebelum membeli polis asuransi yang masa berlakunya bisa puluhan tahun bahkan seumur hidup, kita sering cukup puas dengan senyum agen, brosur dengan desain yang menarik atau bahkan gimmcik merchendise yang diberikan. Atas kontrak selama itu, kita bahkan tidak akan tahu bagaimana kesehatan keuangan perusahaan didepan.
Kemudian muncul kekhawatiran apakah pada saat klaim maupun kontrak jatuh tempo, perusahaan mampu membayarkan kewajibannya. Suatu hal yang wajar ketika kekhawatiran itu muncul mengingat banyaknya kasus gagal bayar oleh perusahaan asuransi.
Lantas, bagaimana untuk meminimalisir kekhawatiran akan risiko gagal bayar oleh perusahaan asuransi?
Lembaga pemeringkat adalah perusahaan independen yang menjawab satu pertanyaan: seberapa besar kemungkinan sebuah perusahaan sanggup memenuhi kewajiban keuangannya tepat waktu? Bagi perusahaan asuransi, kewajiban terpentingnya adalah membayar klaim. Karena itu penilaiannya sering disebut peringkat kekuatan keuangan.
Di Indonesia ada dua nama lembaga pemeringkat yang paling sering muncul. Dua lembaga tersebut adalah Pefindo dan Fitch Ratings Indonesia. Di tingkat global ada S&P, Moody’s, Fitch, dan AM Best, yang terakhir ini bahkan khusus menilai perusahaan asuransi. Sebelum mengutip lembaga mana pun, pastikan statusnya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lembaga pemeringkat kredit mengeluarkan credit Rating’s melalui beberapa proses. Prosesnya jauh dari sekadar menghitung angka.
Ada seorang analis dibalik credit rating’s yang harus mempelajari laporan keuangan yang dikeluarkan setiap perusahaan asuransi, berdiskusi dengan manajemen, dan menimbang kondisi industri. Hasil lazimnya diputuskan oleh komite, bukan satu orang, lalu dipantau secara berkala. Jika kondisi keuangan perusahaan berubah, peringkatnya bisa dinaikkan atau diturunkan kapan saja.
Setiap Lembaga pemeringkat memiliki scoring ataupun tingkatan rating yang berbeda-beda. Salah satu Lembaga pemeringkat lokal memakai skala nasional dengan awalan “id”, misalnya idAA atau idBBB. Peringkat idAA memiliki keamanan keuangan yang sangat kuat dibandingkan perusahaan lain di Indonesia. Sementara idBBB dinilai punya kapasitas memadai memenuhi komitmen jangka panjang dibandingkan asuransi lain di Indonesia. Tanda plus di belakang huruf, menunjukkan peringkat yang relatif kuat dalam kategorinya.
Perhatikan kata “dibandingkan”. Skala nasional adalah perbandingan di antara perusahaan Indonesia, bukan penilaian mutlak. Jangan menyamakan idAA dengan AA di skala internasional. Itu dua ukuran yang berbeda.
Sayangnya, banyak pembaca hanya berhenti pada kode huruf peringkat. Padahal keterangan yang menyertainya jauh lebih informatif, karena di sana lembaga pemeringkat menjabarkan apa saja yang menopang dan apa saja yang menahan nilai sebuah perusahaan.
Ambil contoh sebuah perusahaan asuransi umum yang bernaung di bawah grup perbankan. Lembaga Pemeringkat menilai peringkatnya ditopang oleh dukungan yang kokoh dari induk, modal yang sangat kuat, posisi bisnis yang mantap, likuiditas yang baik, serta investasi yang dikelola secara konservatif. Namun, penjelasan itu juga memuat catatan bahwa peringkat tersebut tertahan oleh ketatnya persaingan di segmen non-captive.
Laporan semacam ini juga menyebut apa yang bisa menaikkan dan menurunkan peringkat. Cara membaca laporan ini bayangkan saja seperti membaca raport. Ratingnya penting, tetapi catatannya sering lebih menjelaskan bagaimana suatu rating tersebut dapat ditentukan. Satu hal lain yang menarik, dukungan induk ternyata ikut menopang peringkat. Pada contoh lain, Lembaga Pemeringkat menegaskan bahwa penurunan peringkat induk dapat membuat peringkat anak usahanya tertekan. Jadi kalau perusahaan asuransi bergantung pada induk, kesehatan induk perusahaan juga dapat menentukan rating.
Peringkat biasanya disertai “prospek” (outlook): positif, stabil, atau negatif. Prospek stabil berarti kecil kemungkinan berubah dalam waktu dekat. Prospek negatif berarti ada tekanan yang bisa menurunkan peringkat. Dua perusahaan dengan huruf sama bisa berada di arah yang berlawanan, dan prospek memberikan informasi siapa yang sedang menanjak dan siapa yang mulai goyah.
Rating sangat berguna, tetapi ada beberapa hal yang perlu disadari.
Pertama, rating adalah pendapat profesional, bukan jaminan. Kedua, di banyak sistem pemeringkatan, pihak yang dinilai ikut membayar jasa pemeringkatan, sehingga pembaca kritis wajar bertanya soal potensi konflik kepentingan. Itu sebabnya lembaga yang kredibel menjaga independensi dengan ketat. Ketiga, peringkat sering bergerak lebih lambat daripada kenyataan di lapangan. Keempat, yang dinilai adalah perusahaannya, bukan produknya.
Untuk semakin menambah kepercayaan ketika membeli produk asuransi, mulailah dengan menanyakan peringkat perusahaan kepada agen, lengkap dengan nama lembaganya. Lalu cari informasi di situs lembaga pemeringkat tersebut, sebab biasanya hasilnya dipublikasikan di sana. Periksa tanggal penerbitan, karena peringkat yang sudah bertahun-tahun tidak diperbarui tidak akan relevan dengan kondisi disaat ini. Baca alasan, faktor pembatas, dan prospeknya, bukan hanya hurufnya. Bandingkan dua atau tiga perusahaan dengan skala yang sama.
Dan kalau sebuah perusahaan belum punya peringkat sama sekali, itu belum tentu buruk, terutama bagi perusahaan kecil. Hanya saja diperlukan ketelitian yang lebih untuk mencari informasi dari sumber lain maupun dengan langsung membaca laporan keuangannya.
Membeli asuransi sejatinya adalah membeli ketenangan. Premi dibayarkan hari ini supaya tidak ada kepanikan ketika risiko yang tidak diinginkan terjadi. Memeriksa peringkat memang tidak menjamin segalanya aman, tetapi bisa mengurangi kemungkinan membeli janji dari pihak yang kondisinya tidak baik.
Jadi ketika agen menawarkan produk asuransi, ajukan dua pertanyaan sederhana dalam pikiran: siapa yang menilai perusahaan, dan apa catatan di balik nilainya?. Dari pertanyaan tersebut, selanjutnya mulailah mencari tahu lebih lanjut dan kunjungi situs lembaga pemeringkat untuk menemukan semua informasinya.(**)














