DPC IWAPI Kota Sorong Raih Penghargaan DPC Teladan
SORONG- Didampingi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Wanita Pengusaha Insonesia (IWAPI) Ir Nita Yudi, MBA, Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu, S.Sos membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD IWAPI Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung di Griya KADIN Remu Selatan Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (13/10/2026).

Rangkaian acara pembukaan Rakerda ke- 1 IWAPI Papua Barat Daya yang ditandai dengan penabuhan tifa oleh Gubernur Papua Barat Daya berlangsung lancar.

Ketua Panitia, Florentina B. Sarapang, SE, dalam laporannya mengatakan, Rakerda yang bertujuan mengevaluasi dan menyusun program kerja kedepan diikuti sekitar 50 peserta terdiri dari anggota dan pengurus DPD dan DPC dari kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Daya.

Yang menarik, dalam Pembukaan Rakerda ke- I DPD IWAPI Papua Barat Daya, diumumkan pemenang IWAPI cabang teladan yang diraih DPC IWAPI Kota Sorong dengan ketuanya, Yarli Muhtar.
Selain DPC IWAPI teladan, Ketua DPD IWAPI Papua Barat Daya , Dra Ramlah Aliyafie melalui SK-nya yang dibacakan Maryam Suma mengumumkan pemenang perempuan pengusaha terbaik tingkat daerah yang diraih Siti Wahyuni, SE.
Kepada juara DPC IWAPI teladan dan perempuan pengusaha terbaik Papua Barat Daya mendapatkan piagam penghargaan dan plakat yang diserahkan oleh Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi.
Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi dalam sambutannya mengungkapkan keliling Indonesia dari Aceh sampai Papua Barat Daya untuk menyelesaikan target tugasnya yang akan berakhir pada Munas DPP IWAPI November 2026.
Dengan akan berakhirnya masa jabatannya sebagai Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi pun ijin pamit kepada pengurus dan anggota DPD IWAPI Papua Barat Daya namun Ia mengatakan akan tetap mendampingi IWAPI.
Lebih lanjut Nita Yudi mengungkapkan kiprah IWAPI yang usia 51 tahun telah hadir di 38 provinsi dan 389 kabupaten kota serta satu perwakilan di Malaysia.
“Insya Allah tahun ini juga kami akan membuka perwakilan di Korea, Australia, Washington DC
satu lagi saya lupa, ada 4 negara yang akan kami buka,”ujarnya.
Bukan hanya itu, lanjut Nita Yudi, IWAPI yang fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan memimpin perempuan-perempuan pengusaha di 10 negara ASEAN.
Minta Gubernur Siapkan Lahan untuk Kampung Hortikultura
Pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya yang mencapai 4,5 persen dinilai luar biasa dan merupakan potensi bagi pengembangan ekonomi masyarakat.
Dikatakan Nita Yudi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ekonomi akan cepat tumbuh melalui ketahanan pangan. Dengan potensi tanah Papua yang begitu subur, Ia pun mengajak untuk memanfaatkan sumber daya alam Papua yang dinilai luar biasa.
Dipercaya oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjadi perempuan pangan Indonesia, IWAPI membuat program pertama yaitu Kampung Hortikultura.
“Jadi Pak Gubernur, saya berharap kalau bisa Pak, ada tanah-tanah kosong milik pemerintah ya, mari kita garap bersama untuk diberikan kepada IWAPI untuk kami membuat kampung hortikultura,”pinta Nita Yudi.
Dengan harga cabai merah yang disebutman saat ini tembus Rp 180.000/Kg, tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah, bawang putih yang bisa menekan angka inflasi. Ketika angka inflasi itu rendah, maka ekonomi akan tumbuh dengan baik.
Jika lahan sudah disiapkan oleh gubernur Papua Barat Daya dan diolah oleh IWAPI peresmiannya bisa menghadirkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, “Insya Allah,”tandasnya.
Kepada segenap anggota dan pengurus
IWAPI di Papua Barat Daya, Ketua Umum DPP IWAPI juga menekankan pentingnya menguasai teknologi digitalisasi.
“Ketika digitalisasi itu terus berjalan karena teknologi, sangat cepat membuat perubahan dalam seluruh dunia. Bukan hanya negara Indonesia tetapi membawa keuntungan besar untuk seluruh dunia. Oleh sebab itu masalah digitalisasi harus kita pahami, jangan sampai kita tertinggal,”ajaknya.
Sementara itu, Ketua DPD IWAPI Papua Barat Daya, Dra Ramlah Aliyafie dalam sambutannya mengatakan kiprah IWAPI Papua Barat Daya tidak lepas dari dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang berkembang secara cepat dan dinamis, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap peran konstitusional IWAPI sebagai pengusaha perempuan pengusaha yang berbasis pada pengembangan basis dan usaha.
Oleh karena itu, upaya pengembangan IWAPI Papua Barat Daya selama ini senantiasa diarahkan pada upaya pengembangan potensi perempuan-pengusaha agar perempuan-perempuan berorganisasi IWAPI tetap sukses dan mampu bersaing serta kompetitif .
Ramlah Aliyafie mengungkapkan, November mendatang, IWAPI akan melaksanakan program
pelatihan pemanfaatan hasil bumi yakni pinang,
buah merah dan sagu untuk diolah dijadikan suplemen dan kosmetik.
“”Kolaborasi dengan DPP dan kami akan
mendatangkan tim ahli dalam akhir bulan November untuk mengajarkan mama-mama
memanfaatkan pemelahan dan itu kami sudah lakukan di Jakarta ternyata hasil buah pinang
untuk dibuatkan kosmetik itu cukup bagus pak, lipstick dan sabun. Mudah-mudahan ini bisa menjadi brand buat teman-teman di Papua Barat Daya,”ujar Ramlah Aliyafie.
Lanjut dikatakan, pengalaman perjalanan IWAPI Papua Barat Daya dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun menunjukkan bahwa membangun potensi bisnis dan usaha yang dimiliki oleh anggota IWAPI maupun pengusaha perempuan lainnya karena tantangan yang dihadapi tidaklah mudah dan sangat kompleks secara internal.
Karena itu Ia berharap pemerintah daerah
baik provinsi maupun kabupaten kota untuk memberikan sentuhan kebijakan kepada pengusaha perempuan baik dalam bentuk pembinaan maupun pemberian akses dalam mengerjakan kegiatan-kegiatan di sektor publik
yang dikelola oleh pemerintah daerah.
“Saya juga mengajak seluruh anggota IWAPI dan pengusaha perempuan di Provinsi Papua Barat Daya untuk meningkatkan kreativitas, mengembangkan kapasitas dan kompetensi sehingga mampu menangkap dan memanfaatkan peluang yang ada serta membangun networking yang kuat baik dengan konstitusi publik maupun konstitusi bisnis lainnya karena hanya dengan memiliki kapasitas dan kompetensi serta networking yang kuat kita mampu tumbuh dan berkembang menjadi pelaku bisnis yang handal,”tandasnya.
Melalui Rakerda ke- I, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengingatkan IWAPI Papua Barat Daya untuk merumuskan kebijakan-kebijakan dan program-program yang strategis dengan menekankan 3 hal.
Yakni yang pertama penguatan kapasitas anggota. “Kalau kita mau anggota kita maka
DPD IWAPI punya kewajiban harus menjadikan peningkatan SDM menjadi prioritas utama. Apa yang harus dilakukan pelatihan, penyuluhan, pendampingan, manajemen, diklat-diklat manajemen, penata usaha, ini menjadi fokus, menjadi prioritas, skala prioritas,”pesan gubernur.
Hal yang berikut adalah membangun jejaring hubungan, jejaring bisnis. “Itu sebabnya kamu tidak boleh sendiri-sendiri dari rumah. Nanti setengah mati kamu tidak punya jejaring, gabunglah di WAPI ini,”ucap Elisa Kambu yang dapat aplaus dari anggota dan pengurus IWAPI.
Dan yang ketiga, Gubernur Elisa Kambu mengatakan harus tetap fokus menjalankan usaha yang ditekuni.
Diakhir sambutannya, Elisa Kambu berharap kepada IWAPI Papua Barat Daya untuk ikut mengangkat perempuan asli Papua berkiprah bersama di IWAPI.
“IWAPI punya tanggung jawab untuk harus bina orang Papua, dua atau tiga orang harus maju,”pintanya seraya mengingatkan pepatah “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”.
Rangkaian pembukaan Rakerda ke – I DPD IWAPI Papua Barat Daya dihadiri Ketua Umum KADIN Papua Barat Daya, Darwanto, Kepala Dinaa DPM PTSP Papua Barat Daya, Novianto Zulkarnain, ST, serta segenap ketua atau perwakilan organisasi wanita di Provinsi Papua Barat Daya. (ros)











