SORONG – PT Pertamina Patra Niaga bersama DPC Hiswana Migas Papua Barat Daya membagikan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sorong, Jumat (9/10/2026). Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut.

Sales Area Manager Papua Barat PT Pertamina Patra Niaga, Arief Rohman Khakim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan bersama Hiswana Migas terhadap kondisi kualitas udara di Kota Sorong dalam beberapa hari terakhir.
“Pada pagi hari ini kami berkolaborasi dengan Hiswana Migas DPC Papua Barat Daya untuk peduli terhadap kondisi kita yang beberapa hari terakhir ini darurat asap, terutama di Kota Sorong. Jadi, kami mengadakan pembagian masker gratis kepada pengguna atau pelanggan Pertamina,” kata Arief.
Arief menjelaskan, pembagian masker dilaksanakan di dua titik, yakni SPBU Coco Sorpus dan SPBU di kawasan Jalan Baru, Kota Sorong. Masker diberikan kepada masyarakat yang datang mengisi bahan bakar, baik pengendara roda dua maupun roda empat.Ia berharap masker yang dibagikan dapat membantu masyarakat melindungi diri dari paparan udara yang tidak sehat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap risiko kesehatan akibat kabut asap.
“Harapannya, semoga masker ini bermanfaat bagi masyarakat dan masyarakat juga bisa meningkatkan kesadaran akan dampak asap ini,” ujarnya.
Terkait dampak kabut asap terhadap operasional perusahaan, Arief menyebut distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor di Kota Sorong masih berjalan lancar karena menggunakan jalur darat. Namun, kondisi berbeda berpotensi terjadi pada penyaluran BBM untuk sektor penerbangan apabila gangguan asap menyebabkan pesawat tidak dapat mendarat di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.
“Distribusi BBM kami alhamdulillah masih lancar karena semuanya menggunakan jalur darat. Namun, yang kami dengar di sektor aviasi, ada beberapa pesawat yang dialihkan atau divert ke kota-kota yang lebih aman untuk mendarat,” jelasnya.
Arief menambahkan, terdapat informasi penerbangan yang tidak dapat mendarat di Kota Sorong dan dialihkan ke Kota Ambon. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi konsumsi BBM untuk sektor penerbangan di Sorong. Meski demikian, pasokan BBM untuk kebutuhan kendaraan bermotor masih dalam kondisi aman.
Sementara itu, Ketua Bidang SPBU DPC Hiswana Migas Papua Barat Daya, Fikri Rosadi, mengatakan pihaknya mendukung kegiatan sosial yang diinisiasi Pertamina untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi lingkungan yang kurang baik akibat kabut asap.Menurut Fikri, pembagian masker ditujukan terutama kepada konsumen Pertamina yang mengisi BBM di SPBU.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat lebih memperhatikan kondisi udara dan menjaga kesehatan masing-masing.“Kami berharap masyarakat lebih memberikan perhatian khusus terhadap situasi lingkungan saat ini di Kota Sorong dan lebih peduli terhadap kesehatan masing-masing,” kata Fikri.

Respons positif juga disampaikan Selly, salah seorang pelanggan yang menerima masker saat mengisi BBM menggunakan kendaraan roda empat. Kata Selly pembagian masker tersebut bermanfaat di tengah kondisi udara yang memburuk.
“Pembagian masker ini sangat baik karena memang udara kurang bagus. Jadi, terima kasih, kami bisa mendapatkan masker. Ini sangat menolong bagi kami,” ujar Selly.
Hal senada disampaikan Jackson, pengendara sepeda motor yang menerima masker di SPBU Jalan Baru. Ia berharap kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap tidak hanya dilakukan oleh perusahaan, tetapi juga mendapat dukungan pemerintah daerah.

“Ini ada manfaatnya terkait kesehatan. Jadi, bukan hanya perusahaan BUMN saja. Kalau bisa, pemerintah daerah juga membagikan masker melalui dinas kesehatan atau dinas terkait. Itu harapan saya,” kata Jackson.
Jackson mengaku kondisi kabut asap sedikit mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Karena itu, ia berharap upaya perlindungan kesehatan bagi masyarakat dapat terus dilakukan selama kualitas udara belum kembali membaik.(zia)












