Kaltim Juara Umum.MTQ Nasional XXXI
SEMARANG– Setelah berlangsung 9 hari, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, Sabtu malam (19/9/2026) resmi ditutup oleh Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA di arena utama MTQ XXXI, Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Kafilah Provinsi Papua Barat Daya meraih juara harapan II pada cabang tafsir Al Qur’an Bahasa Arab putera dengan peserta atas nama Proudy yang mengantongi nilai 93,42.

Selain mendapatkan piala/penghargaan, Proudy yang lahir di Berangir, Sumatera Utara, 5 November 2004 juga mendapafkan uang pembinaan Rp 4.000.000. “Senang dan banggsa pastinya. Tidak nyangka juga bisa dapat harapan II,”ujar Proudy singkat kepada media ini.

Dari hasil keputusan Dewan Hakim yang dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim Prof. Dr. H.E. Syibli Sarjaya pada penutupan MTQ XXXI, cabang tafsir Al Qur’ Bahasa Arab juara I diraih peserta dari Provinsi Kalimantan Timur, juara II Nusa Tenggara Barat, juara III Provinsi Jawa Tengah dan Harapan I diraih Provinsi Jawa Timur.
Usai menerima hadiah, Proudy langsung disambut gembira oleh kafilah Papua.Barat Daya yang minta foto bersama.
Selain tafsir Qur’an Bahasa Arab yang meraih harapan II, 3 cabang lomba lainnya dari Papua Barat Daya yang masuk 10 besar yakni karya tulis ilmiah quran (KTIQ) putera, M Khoirul Fahmi, tilawah dewasa puteri, Syarah Yunita dan tilawah remaja puteri, Ade Irma Ulima.
Pantauan media ini, saat Ketua Dewan Hakim Syibli Sarjaya menyebut nama Proudy dari Provinsi Papua Barat Daya sebagai terbaik harapan II, kafilah Papua Barat Daya yang duduk di bawah tenda kafilah langsung bersorak riang.
“Penghargaan ini kita syukuri, meskipun hanya satu yang kami terima, tapi ini sudah luar biasa. Tahun-tahun lalu ikut MTQ, baru kali ini Papua Barat Daya bisa masuk sampai.harapan II,”ujar Plt Ketua LPTQ Papua Barat Daya, Abu Bakar Alhamid, S.Sos, M.Si.
Hasil keputusan Dewan Hakim, Kalimantan Timur keluar sebagai juara umum MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah. Kafilah Kaltim meraih nilai 288, mengungguli tuan rumah Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan nilai 208.
Posisi ketiga ditempati DKI Jakarta dengan nilai 129. Aceh dan Jawa Timur berada di peringkat keempat dengan nilai sama, yakni 99. Sumatra Utara dan Jawa Barat berbagi posisi kelima dengan nilai 71.
Selanjutnya, Sumatra Selatan berada di peringkat keenam dengan nilai 55, Banten peringkat ketujuh dengan nilai 52, Riau peringkat kedelapan dengan nilai 35, Nusa Tenggara Barat peringkat kesembilan dengan nilai 33, dan Sulawesi Selatan menempati posisi ke-10 dengan nilai 31.
Keputusan Dewan Hakim menyebut penetapan juara umum dan peringkat 10 besar tersebut bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat.
Rangkaian acara penutupan MTQ Nasional XXXI dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, serta ribuan warga Semarang dan para kafilah dari 37 provinsi.
Ketua Panitia MTQ Nasional XXXI, Taj Yasin Maimoen, mengatakan sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi mengikuti perlombaan yang tersebar di 12 arena. Mereka berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori.
Taj Yasin menambahkan MTQ tidak berhenti pada kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk semakin mendekatkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat.
Antusiasme itu, kata dia, telah terlihat sejak Pawai Ta’aruf dan pembukaan MTQ di Simpang Lima hingga pelaksanaan Mars MTQ yang tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan tersebut diikuti 288.262 peserta secara hybrid.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengatakan penyelenggaraan MTQ selama sembilan hari turut membuat isu tentang Al-Qur’an memenuhi ruang media sosial.
Namun, Lutfi menyoroti tantangan ruang digital yang juga dipenuhi disinformasi dan ujaran kebencian. Ia mengatakan penyebaran informasi di dunia maya kerap membuat sesuatu yang benar sekalipun dapat dipersoalkan.
“Adanya hate speech, ujaran kebencian di dunia maya,” kata Lutfi. Bagi Lutfi, kondisi tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. MTQ tidak hanya berlangsung di arena perlombaan, tetapi juga beririsan dengan kehidupan masyarakat yang semakin banyak berlangsung di ruang digital.
Sementara Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa berakhirnya musabaqah bukan berarti berakhir pula tugas membumikan Al-Qur’an.
Menag mendorong MTQ terus berkembang sebagai ekosistem pembelajaran Al-Qur’an, semakin inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberi manfaat bagi masyarakat.
Menteri Agama juga mengatakan, untuk Kalimantan Timur yang langganan juara, jika MTQ tahun depan yang akan dilaksanakan di Jakarta kembali sebagai juara umum maka piala bergilir MTQ jadi tetap di Kalimantan Timur dan akan diganti dengan piala yang baru.
Sebagai puncak acara MTQ Nasional XXXI, Menteri Agama Nasarudin Umae menyerahkan piala bergilir kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud.
Dalam rangkaian acara penutupan MTQ nasional XXXI yang dipandu pasutri Donita dan Adi Nugroho, ditampilkan qori dan qoriah terbaik dari DKI Jakarta yakni Syamsuri Firdaus dan Luthfi Latifa Rizki serta diakhiri dengan
tampilnya artis Letto. (ros)












