• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 11 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

by REDAKSI
11 Agustus 2026
in Berita Utama
0
Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

Sambil menggendong balita korban kebakaran, Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi ketika berdialog dengan Risdawati korban kebakaran di lokasi Posko. (Fauzia/Radar Sorong)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Setelah kebakaran menghanguskan puluhan rumah di Klademak II Pantai, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, para korban masih belum memiliki tempat tinggal sendiri. Mereka terpaksa memilih bertahan di rumah keluarga dan tetangga, sementara puing-puing rumah mereka masih berserakan di lokasi kebakaran. Di tengah perjuangan memulai kembali kehidupan, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, termasuk dari SKK Migas Regional Papua Maluku bersama Pertamina EP Papua Field yang hadir membawa bantuan kemanusiaan sekaligus memberi semangat bagi para korban.

Oleh, Norma Fauzia Muhammad

Berita Terkait

Papua Barat Daya Pilot Project Nasional Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

Papua Barat Daya Pilot Project Nasional Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

6 Agustus 2026
50
Isu Hoaks Pajak STNK & BBM Kosong Picu Panic Buying Warga, Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman di SPBU

Isu Hoaks Pajak STNK & BBM Kosong Picu Panic Buying Warga, Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman di SPBU

3 Agustus 2026
221
Dugaan Korupsi Pengadaan Rp6,5 Miliar, Subdit Tipidkor Polda PBD Geledah 13 Ruangan di Kantor DPR PBD

Dugaan Korupsi Pengadaan Rp6,5 Miliar, Subdit Tipidkor Polda PBD Geledah 13 Ruangan di Kantor DPR PBD

31 Juli 2026
218

SEBULAN lebih telah berlalu sejak kobaran api meluluhlantakkan permukiman padat di kawasan Klademak II Pantai, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Namun, bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal, musibah itu belum benar-benar berakhir.

ADVERTISEMENT
Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi nampak merangkul anak-anak korban kebakaran dengan menanyakan dimana lokasi rumah mereka yang terbakar.(Fauzia/Radar Sorong)

Mereka kini masih tinggal menumpang di rumah keluarga maupun tetangga. Ada pula yang sesekali kembali ke lokasi bekas kebakaran untuk melihat puing-puing rumah yang dulu menjadi tempat mereka membesarkan anak-anak. Yang tersisa kini hanya kayu-kayu hangus, seng yang melengkung akibat panas, dan tumpukan material bangunan yang belum sempat dibersihkan.

Mereka perlahan mencoba melanjutkan hidup. Anak-anak kembali bersekolah, orang tua kembali bekerja atau melaut. Namun ketika hari mulai gelap, mereka belum memiliki rumah untuk pulang, hal yang mereka butuhkan.

Musibah itu terjadi pada Rabu dini hari, 24 Juni 2026 sekitar pukul 04.30 WIT. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, kebakaran bermula dari ledakan kompor saat seorang warga memasak mi instan.

Di tengah tiupan angin kencang dan padatnya permukiman yang didominasi rumah-rumah kayu di atas pesisir, api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya. Sempitnya akses menuju lokasi membuat armada pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIT setelah menghanguskan sebagian besar kawasan tersebut.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sorong mencatat sebanyak 95 unit rumah terdampak, terdiri atas 80 rumah rusak berat dan 15 rumah rusak ringan. Sebanyak 160 kepala keluarga atau 602 jiwa kehilangan tempat tinggal.

“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua warga mengalami luka dan syok hingga harus menjalani perawatan medis,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sorong, Herlin Sasabone, Senin (10/8/2026).

Bagi para korban, angka-angka itu bukan hanya data saja. Di baliknya, ada keluarga yang kehilangan seluruh harta benda dalam hitungan jam.

Salah satunya dialami Risdawati. Saat api mulai membesar sekitar pukul lima subuh, menurutnya pada saat kejadian tersebut bahwa suaminya sedang melaut. Lalu dia hanya seorang diri menyelamatkan dua anaknya yang masih balita berusia 2 tahun dan 4 bulan, satu digendong, dan satunya digandeng.

“Karena tidak ada laki-laki, saya gendong satu anak, satu lagi saya gandeng. Suamiku lagi di laut kerja. Saya sempat ambil sarung supaya mereka tidak kedinginan, terus kami lari ke masjid (menyelamatkan diri). Api terus mendekat, jadi kami pindah lagi (ke tempat jauh lebih dari lokasi kobaran api),” kenangnya.

Dikatakan Risdawati bahwa Rumah yang baru ditempatinya selama delapan bulan habis terbakar bersama seluruh isi rumah. Tak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.

“Saya baru tinggal di situ 8 bulan. Barang-barang habis semua. Suamiku bilang yang penting selamat, tidak usah pikirkan barang-barang,” katanya berlinang air mata.Kini, Risdawati masih bergantung pada bantuan keluarga dan berbagai pihak yang datang memberikan bantuan kemanusiaan.

“Yang paling dibutuhkan sekarang susu, pampers, kasur, bantal dan pakaian untuk anak-anak. Karena saya tidak ada apa-apa lagi,” katanya.Meski kebutuhan sehari-hari perlahan mulai terpenuhi, harapan terbesar Risdawati dan warga lainnya bukan lagi sembako.

“Harapannya semoga ada bantuan untuk menggantikan semua yang sudah hilang dan hangus, terutama bantuan rumah atau perlengkapan rumah karena kita tidak bisa tinggal terus di keluarga,” kata Risdawati ketika dikunjungi Pertamina EP Papua Field di tenda pengungsian, Jumat (3/7/2026).

Suasana duka turut menyelimuti anak-anak. Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, bersama rombongan, yang dipimpin Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi yang turun langsung ke lokasi posko pengungsian untuk meninjau kondisi para korban, khususnya anak-anak usia sekolah juga ibu yang memiliki balita yang terdampak musibah tersebut.

Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi ketika berdialog bersama anak-anak korban kebakaran dengan mendengarkan cerita mereka tentang kejadian kebakaran yang menghanguskan rumah mereka.(Fauzia/Radar Sorong)

Melalui perbincangan hangat di sekitar puing-puing bangunan, Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi berdialog langsung dengan beberapa anak korban kebakaran, di antaranya Barkat (siswa kelas 6 SD) dan Iqfal (siswa kelas 5 SD). Dari penuturan lugu anak-anak tersebut, terungkap detik-detik mencekam saat api mulai melahap tempat tinggal mereka sekitar pukul 04.00 WIT subuh, di mana warga sedang melaksanakan ibadah dan persiapan sholat.

“Waktu itu jam 4 subuh, kami tidak tahu kenapa disuruh lari. Api sudah besar di sebelah,” ungkap Iqfal saat menceritakan kembali peristiwa tersebut.

Field Manager Pertamina EP Papua Field, bersama tim dan anak-anak korban kebakaran di salah satu puing rumah warga yang tak luput dari musibah tersebut.(Fauzia/Radar Sorong)

Anak-anak tersebut menceritakan bahwa musibah yang terjadi begitu cepat membuat seluruh perlengkapan sekolah mereka, seperti buku pelajaran hingga seragam, tak terselamatkan dan lumat dilalap si jago merah. Meski beberapa barang rumah tangga sempat dievakuasi oleh orang tua mereka, kebutuhan utama untuk bersekolah kini sepenuhnya nihil.

“Semua terbakar, tidak ada barang tersisa. Hangus rata dengan api itu seragam, sepatu, buku dan baju juga,” kata Iqfal.

Saat ini, para korban bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat untuk tidur dan makan bersama melalui bantuan swadaya serta sumbangan. Kendati demikian, masa tanggap darurat di tenda tersebut telah berakhir sejak tanggal 8 Juli 2026, di mana warga dipaksakan oleh keadaan untuk mencari tempat tinggal sementara atau kontrakan.

Menanggapi kebutuhan mendesak tersebut, pihak Pertamina EP Field Papua berkomitmen untuk menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah, seperti pakaian seragam dan tas sekolah, guna memastikan hak pendidikan anak-anak korban kebakaran dapat segera berlanjut saat persekolahan kembali dimulai.

ADVERTISEMENT

Meskipun harus melewati masa-masa sulit dan tinggal di hunian sementara, semangat anak-anak seperti Barkat dan Iqfal untuk kembali menuntut ilmu menjadi pendorong utama bagi berbagai pihak, termasuk dari SKK Migas bersama Pertamina EP Papua Field yang berkolaborasi juga dengan Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya untuk terus mendampingi proses pemulihan trauma serta pemenuhan kebutuhan dasar para korban kebakaran.

Bantuan yang disalurkan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan mandi, susu bayi, popok, hingga bantuan dana yang berasal dari keluarga besar pekerja Pertamina EP Papua Field.

Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi, mengatakan kehadiran mereka bukan hanya untuk menyerahkan bantuan saja, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi musibah itu sendirian.

“Kami hadir bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendiri. Ini merupakan program sinergi antara SKK Migas, Pertamina dan Dinas Lingkungan Hidup. Kejadian seperti ini memang tidak kita inginkan, tetapi ketika sudah terjadi kami merasa perlu hadir dan peduli terhadap masyarakat di sekitar wilayah kerja kami,” kata Ardi.

Ardi juga menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada bantuan logistik.”Harapan kami, dukungan ini tidak berhenti sekali saja, tetapi terus berlanjut sampai kehidupan masyarakat kembali normal,” tegasnya.

Menurut Ardi, pembangunan kembali kawasan terdampak juga perlu disertai dengan perencanaan yang lebih baik yang memperhatikan semua fasilitas.

“Kalau nanti dilakukan pembangunan kembali, aspek mitigasi harus diperhatikan supaya kejadian seperti ini tidak terulang. Kebutuhan dasar seperti air bersih, MCK, dan sanitasi juga harus menjadi perhatian karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.

Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu ketika berbincang dengan salah satu warga di lokasi kebakaran.(Fauzia/Radar Sorong)

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu yang juga turun ke lokasi, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Pemerintah Kota Sorong akan terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan.

“Bapak gubernur sudah turun langsung melihat kondisi warga. Dari sisi kebijakan, rencana dan program, pemerintah provinsi akan terus melakukan pendampingan bersama pemerintah kota. Yang paling penting, masyarakat harus tahu bahwa mereka tidak sendiri,” kata Julian.

Menurutnya, banyak pihak menunjukkan kepedulian terhadap para korban, mulai dari perusahaan, organisasi hingga masyarakat yang secara sukarela mengirimkan bantuan.”Masih banyak orang yang peduli. Kolaborasi seperti ini harus terus dibangun karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” katanya.

Julian juga berharap musibah tersebut menjadi pelajaran untuk memperkuat koordinasi penanggulangan kebakaran di Kota Sorong, termasuk memaksimalkan armada pemadam kebakaran milik berbagai instansi agar dapat bergerak lebih cepat saat terjadi keadaan darurat.

Kini, pascakebakaran, kehidupan warga memang mulai berjalan kembali. Namun, luka akibat kehilangan tempat tinggal belum sepenuhnya pulih. Bagi ratusan korban kebakaran Klademak II Pantai Kota Sorong tersebut, bantuan pangan telah membantu mereka bertahan. Tetapi yang paling mereka nantikan adalah kesempatan untuk kembali membangun rumah, agar keluarga mereka memiliki tempat pulang menetap yang nyaman dan dapat memulai kehidupan yang baru.(*)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Peletakan Batu Pertama Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua

Related Posts

Papua Barat Daya Pilot Project Nasional Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
Berita Utama

Papua Barat Daya Pilot Project Nasional Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

6 Agustus 2026
50
Isu Hoaks Pajak STNK & BBM Kosong Picu Panic Buying Warga, Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman di SPBU
Berita Utama

Isu Hoaks Pajak STNK & BBM Kosong Picu Panic Buying Warga, Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman di SPBU

3 Agustus 2026
221
Dugaan Korupsi Pengadaan Rp6,5 Miliar, Subdit Tipidkor Polda PBD Geledah 13 Ruangan di Kantor DPR PBD
Berita Utama

Dugaan Korupsi Pengadaan Rp6,5 Miliar, Subdit Tipidkor Polda PBD Geledah 13 Ruangan di Kantor DPR PBD

31 Juli 2026
218
Pendataan Sertifikat Tanah OAP di Ayamaru Timur Dimulai, Jadi Proyek Percontohan di PBD
Berita Utama

Pendataan Sertifikat Tanah OAP di Ayamaru Timur Dimulai, Jadi Proyek Percontohan di PBD

29 Juli 2026
104
Tak Bosan Edukasi Warga Pentingnya Kelola Sampah Organik
Berita Utama

Tak Bosan Edukasi Warga Pentingnya Kelola Sampah Organik

20 Juli 2026
15
Klien Ditahan 4 Bulan, Penahanan Janggal,  Kuasa Hukum Minta Penyidik Keluarkan SP3 dan Bebaskan Mantan Pejabat Beacukai Sorong
Berita Utama

Klien Ditahan 4 Bulan, Penahanan Janggal,  Kuasa Hukum Minta Penyidik Keluarkan SP3 dan Bebaskan Mantan Pejabat Beacukai Sorong

17 Juli 2026
28

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

11 Agustus 2026
Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Peletakan Batu Pertama Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua

Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Peletakan Batu Pertama Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua

10 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!