SORONG-Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu menyatakan siap maju dalam pencalongan Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (PBD) pada tahun 2024. Dirinya siap berjuang di PBD, jika mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
Kendati telah menyatakan siap maju pada pencalonan Gubernur Provinsi PBD, Elisa Kambu mengatakan keputusan ada pada Ketua Umum PDI-Perjuangan. Namun, bila disuruh memilih antara Provinsi Papua Barat Daya dan Papua Selatan, dirinya lebih memilih Papua Barat Daya.
“Kalau soal itu nanti urusan partai, namanya saja usaha. Tapi, kalau ibu Ketua suruh saya pilih mana antara Papua Selatan atau Papua Barat Daya (Calon Gubernur), saya pilih Papua Barat Daya tapi kalau tidak ditanya dan dikasih tugas saja, sebagai kader saya siap,” jelasnya kepada awak media, Sabtu (30/3).
Elisa mengaku di partai Banteng Merah itu ada reward dan punishment. Dia telah bekerja sesuai tugas yang diberikan, sehingga ketika diberikan penugasan lagi dirinya juga siap. Elisa menuturkan apalagi penugasan di Papua Barat Daya lebih siap lagi.
“Jadi kalau kami di PDI Perjuangan ada reward ada panisment, kitakan sudah mengerjakan bagian kita soal itu nanti tergantung DPP lah, kalau diberikan petugasan dimana saja kita siap, di Papua Selatan iya dan di Papua Barat daya, lebih siap lagi,” ujarnya
Elisa Kambu telah membuktikan kinerjanya sebagai kader partai sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-Perjuangan di Papua Selatan. Dimana, kursi DPR RI, DPR Provinsi hingga DPRD kabupaten/kota di Papua Selatan berhasil diraih para kader PDI-Perjuangan.
“Kami mendapatkan 1 kursi DPR RI, 7 kursi di DPR Provinsi dan 13 kursi di DPRK Asmat. Kami mendapatkan kursi terbanyak, diurutan kedua ada NasDem dan urutan ketiga Golkar,” terangnya
Lebih lanjut, Elisa menyebut PDI-Perjuangan mendapat 4 kursi di Kabupaten Boven Digoel, di Kabupaten Marauke 5 kursi sama dengan NasDem, namun sebaran NasDem sedikit unggul dibandingkan PDI-Perjuangan. Elisa mengaku pencapaian tersebut merupakan kepercayaan rakyat dan hasil gotong royong para kader.
“Kami di Papua Selatan tugas itu sudah kami kerjakan sesuai dengan sumber daya yang kita miliki. Semua karena gotong royong kader hingga para petugas atau masing-masing Caleg. Dan memang karena peserta Pemilu cukup banyak, semua bekerja dan berusaha sehingga kita ambil yang kita dapat,” pungkasnya.(rin)













