SORONG-Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIV Sorong resmi mengerahkan 5 unsur KRI membantu pendistribusian logistik KPUD Kabupaten Raja Ampat. Lima unit KRI itu mulai bergeser ke Raja Ampat pada Jumat (9/2).
Pergeseran 5 unit KRI itu dilaksanakan sekaligus dengan pelepasan Satgas pendistribusian logistik yang digelar dalam upacara pelepasan yang dipimpin Danlantamal XIV Sorong, Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo di dermaga Lantamal XIV Sorong.Hadir dalam pelepasan tersebut Danrem 181/PVT Brigjen Totok Sutriono, Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Indra Gunawan berserta KPU Papua Barat Daya dan lainnya.
Danlantamal XIV Sorong Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo menjelaskan sekitar 200 anggota Satgas akan dikerahkan mengawal pendistribusian logistuk KPUD ke 23 titik di wilayah Kabupaten Raja Ampat. Danlantamal XIV Sorong mengaku 5 KRI itu mulai bergeser ke 23 titik pada Sabtu (10/2).
“Sesuai jadwal besok (10/2) kita akan berangkat menuju ke beberapa distrik di Kabupaten raja Ampat seperti Kepulaun Ayau, Batanta hingga Misool. Kita akan menggeser sekitar 1.045 box yang sudah ada di KPUD Raja Ampat yang akan didistribusikan ke 23 distrik yang ada di Raja Ampat,” jelasnya kepada awak media.
Danlantamal mengatakan faktor keamanan kotak suara menjadi alasan KRI digunakan. Sebab, saat pemilu di tahun sebelumnya beberapa kotak suara di wilayah Kabupaten Raja Ampat rusak akibat basah terkena ombak saat menggunakan kapal biasa.
“Karena ini kabupaten kepulauan dan kemungkinan cuaca yang sangat ekstrem sulit dijangkau kapal kecil sehingga kita kerahkan KRI hingga KAL agar terhindar dari cuaca yang kurang bersahabat. Ini juga perintah dari pimpinan untuk menyiapkan alutsista tentu ada permintaan dari KPU sesuai evaluasi beberapa tahun lalu dimana keadaan cuaca yang tidak bersahabat sehingga merusak kotak suara yang tidak disengaja,” ujarnya.
Danlantamal menyebutkan 5 KRI yang digunakan yakni KRI Layaran, KAL Wayag, Patkamla Yefman, Combat Boat dan Searider G7. Khususnya Patkamla Yefman ini kapal baru milik Lantamal XIV Sorong dan ini baru pertama digunakan.”Sejauh ini di wilayah Sorong maupun Papua Barat Daya masih aman dan kondusif, gangguan keamanan relatif tidak ada. Sehingga dengan kondisi saat ini saya yakin pelaksanaan pemilu tanggal 14 akan aman khususnya di perairan Papua Barat Daya,” tuturnya.
Sementara itu Sekertaris KPU Provinsi Papua Barat Daya Totok menambahkan distribusi logistik pemilu di Provinsi Papua Barat Daya secara keseluruhan sudah siap baik surat suara lengkap, kebutuhan TPS dan lainnya. Namun, hanya Kota Sorong yang masih dilakukan pengecekan ulang.
“Dan semuanya siap didistribusikan malah Kabupaten Sorong sudah distribusi kemarin dari 30 TPS itu sudah terdistribusi 24 distrik. Kecuali Kota Sorong yang akan didistribusikan pada tanggal 13 Februari,” ungkapnya.
Totok menuturkan hanya Kabupaten Raja Ampat yang menggunakan transportasi laut berupa KRI. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan ketepatan waktu. Selain itu, TNI AL merupakan aset negara yang digunakan untuk penghelatan negara.
“Keamanan pertimbangannya karena ini kan barang milik negara yang sifatnya sangat rahasia dan di beberapa tahun sebelumnya di pemilu sebelumnya itu ada yang basah kena ombak dan lain-lain. Kemudian cuaca menjadi pertimbangan kami karena pemilu tidak boleh gagal. Angkatan Laut inikan aset negara yang bisa dipergunakan untuk mendukung penghelatan besar yang diadakan negara,” ujarnya.
Totok mengungkap di Kabupaten Raja Ampat memiliki 23 distrik dimana 23 distrik ini harus ditempuh dengan transportasi laut san jarak yang jauh. Namun, KPU PBD menargetkan pada 13 Februari 2024 semua logistik Pemilu di Papua Barat Daya telah didistribusikan.
“Hanya Raja Ampat saja, karena dari 23 distrik, 22 distrik lainya itu laut yang dalam dan jauh jaraknya. Target untuk distribusi kota/kabupaten pada tanggal 13 Februari. Dan untuk daerah Tambrauw, Helikopter sudah kami sewa dan hari ini begeser dari Bandara DEO ke Ibu Kota Tambrauw,” pungkasnya.(rin)













