AIMAS – Sebanyak 200 petani di Kabupaten Sorong (Kabsor) mengikuti seminar Pelatihan Usaha Tani Berkualitas (PETATAS) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat di Aimas Hotel & Convention Center, Jumat (1/9).
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat, Rommy S. Tamawiwi mengatakan, tahun lalu di Kabsor telah memulai dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Mimpi kita semua adalah kemandirian pangan terjadi di Papua Barat Daya, yang dimulai dari Kabupaten Sorong. Karena, kita punya lahan yang cukup luas dan tidak dimiliki oleh saudara tetangga Kota Sorong. Olehnya, BI hadir di tengah-tengah para petani untuk menggelar seminar PETATAS agar bisa menghadirkan petani serta hasil tani yang berkualitas,” kata Rommy.
Pada kesempatan tersebut, BI menghadirkan para narasumber kompeten yang akan memberikan pembekalan kepada para petani dan penyuluh. Seminar tersebut akan terus konsisten dilaksanakan secara berkesinambungan dengan harapan bisa diikuti secara baik oleh petani.
“Harapannya seminar ini dapat memberikan manfaat kepada pesertanya. Saya juga berterima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang sangat kuat dengan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya ataupun Pemerintah Kabupaten Sorong,” katanya.
Sementara itu, Pj Bupati, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP turut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya seminar PETATAS yang digagas oleh BI. Menurut Moso, kegiatan tersebut pastinya akan memberikan manfaat, terkhusus kepada para petani.
Dikatakan Mosso, dalam situasi yang penuh dengan tantangan saat ini, krisis pangan menjadi permasalahan serius yang dihadapi semua orang di muka bumi. Sehingga ide BI untuk menghadirkan kegiatan tersebut sangatlah positif sebagai upaya untuk menjaga pasokan pangan.
“Ini menjadi suatu urgensi yang tidak dapat ditawar lagi. Makanan adalah hak dasar setiap individu atau manusia, dan ketersediaan pangan yang cukup serta harga yang terjangkau adalah faktor fungsi dalam menjaga kestabilan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Moso.
Oleh sebab itu, tambahnya, upaya bersama dalam mengatasi permasalahan krisis pangan dan inflasi pangan sangat penting dilakukan secara rutin serta berkesinambungan. (ayu)















