SORONG- Sebagai intelektual, politisi dan juga tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Maybrat, Maximus Air, SE. M. Si sangat menyesalkan adanya oknum pejabat di lingkup pemerintah Kabupaten Maybrat yang saat ini menduduki jabatan eselon II lebih dari satu jabatan bahkan ada pejabat yang menduduki tiga jabatan eselon II.
Melalui sambungan telepon (27/8) , Maximus Air menjelaskan bahwa histori perjalanan pembangunan sumber daya manusia di tanah Papua, publik tahu bahwa Maybrat adalah suku yang masyarakatnya sangat maju dan mumpuni dalam menyumbangkan sumber daya manusia yang banyak tersebar di seantero Tanah Papua.
Namun sayangnya, lanjut mantan anggota DPRD Maybrat itu, banyak SDM Maybrat tidak terdistribusi secara baik, adil dan merata untuk mengisi jabatan jabatan strategis yang ada di Kabupaten Maybrat.
Yang juga disayangkan, kata Maximus, satu pejabat di Maybrat saat ini didapati menduduki lebih dari dari satu posisi jabatan. Seperti halnya Dinas Pertanian, Bapeda dan BKPSDM itu dijabat oleh satu orang pejabat. ” Jadi jabatan jabatan steategis yang selama ini masih dirangkap oleh satu orang pejabat diharapkan supaya bupati segera melakukan pergantian dan penempatan pejabat baru yang selama ini masih non job,”tegasnya
Lanjut Maximus Air, Ia mengakui bahwa ada pejabat yang terdistribusi ke Provinsi Papua Barat Daya, namun demikian pihaknya menegaskan bahwa bukan berarti kekosongan jabatan itu diisi oleh pejabat yang dalam tanda kutip merangkap jabatan, tetapi baginya harus ada regenerasi struktur yang di promosi pejabat eselon III ke eselon II dalam jabatan sebagai pelaksana tugas.
” Kami harap supaya bapa Pejabat Bupati Maybrat segera mengisi kekosongan jabatan pada jabatan jabatan kosong yang ditinggalkan oleh pejabat sebelumnya supaya distribusi SDM Maybrat bejalan dengan efektif,”tandasnya sembari menambahkan bahwa distribusi SDM birokrasi di Maybrat sangat penting untuk mendukung efektifitas pelayanan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Maybrat. (ris).















