
Pj Gub: Sebagai Simbol Kecintaan Kita kepada NKRI!
SORONG-Dengan menggunakan sebuah kapal milik TNI AL berkapasitas 643 orang yakni KRI dr.Wahidin Sudirohusodo 991, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 78 Meter, di Pulau Fani Distrik Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Senin (21/8). Waktu yang ditempuh 10 jam menuju pulau tersebut.



Dari Pantauan Radar Sorong, Bendera Merah Putih tersebut dipegang oleh 35 orang Paskibraka Provinsi Papua Barat Daya yang berbaris di bibir pantai Pulau Fani.
Pj Gubernur Papua Barat Daya Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si mengatakan bahwa Pembentangan Bendera Merah Putih Sebagai bukti simbolik, sebagai simbol kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai simbol penghargaan kita terhadap para Kusuma Bangsa Pahlawan yang memperjuangkan NKRI ini, dan sebagai simbol komitmen kita untuk tetap bersatu dalam NKRI.
“Maka kita membentangkan bendera merah putih sebagai bendera negara kita di Pulau Fani ini, yang panjangnya 78 meter menandakan 78 tahun Indonesia merdeka. Kita juga akan mengikrarkan semangat kita untuk menjaga kedaulatan NKRI diwujudkan dengan penandatanganan prasasti NKRI Harga Mati. Yang terpenting bahwa NKRI adalah Harga Mati dan NKRI ada di hati,” tegasnya.
Pj Gubernur Papua Barat Daya Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si didampingi para jajaran serta pimpinan OPD Provinsi Papua Barat Daya melakukan kunjungan ke Pulau Fani langsung disambut meriah oleh masyarakat setempat. Dimana prosesi penjemputan secara adat, Pj Gubernur Papua Barat Daya didamping istri tercinta dikalungkan kalung adat dan melangkahkan kaki di atas piring adat serta dirangkul oleh masyarakat adat diiringi suling tambur khas Papua.
“Oleh karena itu, saya dan rombongan datang untuk menunjukkan solidaritas kebangsaan kita untuk kembali mengikrarkan semangat komitmen kita untuk menjaga NKRI dan untuk berbagi dengan bapak/ibu sekalian yang ada di pulau Fani,” katanya.
Selain melakukan Pengibaran Bendera Merah Putih sepanjang 78 Meter, Pemprov PBD juga melakukan bakti sosial dengan memberikan sembako serta melakukan pengobatan massal bagi masyarakat. Penyerahan Solar Cel serta Alat Olahraga untuk TNI AL yang menjaga pos pulau terluar di Pulau Fani Distrik Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
“Ada sembako, ada pengobatan. Kemudian melihat langsung pos pulau terluar. Nantinya kita dapat bersinergi dengan TNI AL untuk bagaimana membuat Pos Penjagaan tersebut semakin nyaman. Karena kita sadar bahwa teman-teman harus diberikan fasilitas yang cukup sehingga mereka punya tanggungjawab semakin besar untuk menjaga NKRI,” kata Pj Gubernur Papua Barat Daya, Muhamad Musa’ad.
Ia menegaskan bahwa kita harus melakukan tanggungjawab kita sebagai anak-anak bangsa di negeri ini termasuk di Provinsi Papua Barat Daya, bahwa kita semua bertanggungjawab untuk menjaga Negera Kesatuan Republik Indonesia, sejengkal pun tanah NKRI tidak ada yang boleh mengganggunya.
“Ini adalah salah satu pulau terluar yang ada di wilayah NKRI. Jaga wilayah ini, supaya tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Karena tidak ada yang boleh mengganggunya sejengkal pun. Ini bukan hanya tanggungjawab TNI/Polri tapi ini tanggungjawab kita semua, tanggungjawab masyarakat, tanggungjawab bangsa Indonesia. Tanggungjawab kita yang ada di lingkungan ini, kita yang terdekat itu tanggungjawab lebih besar,” katanya.
Pj Gubernur mengatakan bahwa hari ini merupakan anugerah yang luar biasa karena diberikan kesehatan dan anugerah kesempatan untuk kita bisa menginjakkan kaki di Pulau Fani.
“Ini pengalaman yang luar biasa, yang mungkin kita tidak tahu kapan lagi kita bisa hadir di tempat ini. Jadi kita patut bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan kepada kita,” ungkapnya.
Lanjutnya, Ini juga bukti bahwa pemerintah itu ada, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat, pemerintah semakin didekatkan dengan masyarakat dengan adanya Provinsi Papua Barat Daya.
“Kita patut berterima kasih kepada masyarakat yang ada di Pulau Fani, yang secara bersama-sama dengan TNI AL untuk menjaga Pulau Fani, menjadi tanah ini sebagai bagian dari Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu warga Yosias mengaku senang atas kunjungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
“Terima kasih atas kedatangan pak gubernur dan jajaran. Terima kasih bantuan sembako dan pengobatan gratis. Karena disini Puskesmas sudah lama tidak ada tim medisnya. Biasa masyarakat berobat di pos penjagaan TNI,” ungkapnya.(zia)













