MANOKWARI – Pemerintah Papua Barat memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 115 tahun menggelar upacara bendera di halaman kantor Gubernur, Senin (22/5).
Pj Sekda Papua Barat, Dance Sangkek SH MH meminta untuk memaknai dalam Kebangkitan ekonomi di daerah.
“Mari kita maknai Kebangkitan nasional ini dengan bangkitnya perekonomian di daerah khususnya Papua Barat,” ujarnya usai upacara bendera.
Ia menyebutkan bahwa bangkitnya ekonomi di Indonesia khususnya Papua Barat mendapat topangan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Oleh karena itu, Dance Sangkek mengajak seluruh pemangku kepentingan agar bekerja sama dalam mengembangkan UMKM di daerah.
“Kita di Papua Barat banyak sekali potensi yang dapat dikelola dalam pengembangan UMKM,” sebutnya.
“Mari kita manfaatkan itu untuk pengembangan UMKM. Kita tidak bisa bekerja sendiri harus kerja bersama,” imbuhnya.
Ia menyebut dengan bangkitnya ekonomi, otomatis bisa menghapus kemiskinan ekstrem di Papua Barat yang masih tinggi.
“Rata-rata kemiskinan ekstrem di Papua Barat sebesar 8,35 persen dan ini di atas rata-rata nasional sebesar 2,04 persen,” sebutnya.
“Kita menargetkan di tahun 2024, kemiskinan ekstrem Papua Barat bisa Nol persen,” sebutnya lagi.
Ia mengungkapkan bahwa banyak persoalan yang kini sedang di hadapai pemerintah Papua Barat salah satunya menggairahkan kembali ekonomi daerah.
“Saat ini sudah masuk dalam era tekhnologi, UMKM di Papua Barat harus sudah melakukan penetrasi ke digital agar tidak tertinggal dengan wilayah lain,” ungkapnya.
Menurutnya, Kurasi yang dilaksanakan Bank Indonesia merupakan salah satu cara untuk mengembangkan UMKM di era digital saat ini.
“Kurasi ini bisa memberikan tambahan pengetahuan bagi para pelaku UMKM agar naik kelas,” katanya.
Dance Sangkek mengajak seluruh masyarakat di Papua Barat untuk terus galakkan gerakan bangga buatan Indonesia dan bangga berwisata Indonesia.
“Kita harus membeli produk lokal yang ada di daerah demi kemajuan perekonomian daerah,” pungkasnya. (bw)













