MANOKWARI – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Kamis (11/5) menyerahkan berkas bakal calon legislatif (Bacaleg) yang berjuang pada kontekstasi pemilu 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manokwari.
Kedatangan Ketua DPC PDI Perjuangan Manokwari Hermus Indou,S.IP MH di Kantor KPU Manokwari didampingi sekretaris, bakal calon, dan para simpatisan dengan iring-iringan tarian dan musik khas Papua. Ketua DPC PDI Perjuangan menyerahkan 30 berkas bakal calon anggota legislatif yang berjuang di Pemilu 2024.
Ketua KPU Manowkari, Aplena AL Rumaikeuw, S.Sos menyatakan bahwa hasil pemeriksaan, berkas pengajuan dari DPC PDI Perjuangan bakal calon legislatif (Bacaleg) dari DPC PDI Perjuangan dinyatakan diterima.
“Berkas sudah lengkap, dan KPU Manokwari menerima berkas tersebut sesuai model berkas pengajuan partai politik,” ujarnya.
Ia menyebutkan penyerahan berkas calon anggota legislatif sekitar pukul 09.00 Wit. DPC PDI Perjuangan mengikuti pesta demokrasi tingkat kabupaten dengan jumlah daerah pemilihan sebanyak empat dapil.
“Penyerahan tersebut berupa dokumen fisik sebanyak 1 rangkap, dan dokumen digital yang diunggah melalui Silon,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manokwari, Hermus Indou, S.IP MH mengucapkan syukur sebab berkas pengajuan bakal calon anggota legislatif tingkat kabupaten sudah diterima oleh KPU Manokwari.
“Seluruh dokumen administrasi bakal calon baik fisik maupun digital diterima lengkap semua,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan Kabupaten Manokwari menjadi partai ke dua yang telah mendaftarkan bakal calonnya.
“Incumbent dari PDI Perjuangan yang akan kembali mengikuti Pemilu 2024 sebanyak 3 orang dan selebihnya merupakan peserta baru,” ungkapnya.
Ia menargetkan bahwa PDI Perjuangan bisa meraih maksimal 10 kursi atau minimal 8 kursi.
“Ini bukan sesuatu yang mustahil sebab semua kekuatan politik akan kita gunakan,” katanya.
Ia menuturkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manowkari pada pengajuan berkas calon legislatif telah memenuhi unsur 30 persen kuota untuk perempuan.
“Dari semua yang kita daftarkan, 9 diantaranya yakni perempuan,” tuturnya. (bw)













