MANOKWARI – Pemerintah Manokwari saat ini tengah menyeriusi masuknya barang bekas import ke daerah. Pasalnya, saat ini tengah menjamur penjual baju bekas atau cakar bongkar.
Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, pemerintah Manokwari segera melakukan sidak pasar terkait dengan barang bekas import.
“Dalam waktu dekat kita lakukan operasi pasar untuk mencegah barang bekas import masuk ke Manokwari,” ujarnya, Sabtu (25/3).
Ia menjelaskan produksi industri tekstil di dalam negeri tidak kalah dari luar negeri dalam memproduksi pakaian-pakaian yang berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.
“Bangsa kita, bukan bangsa yang memiliki martabat yang rendah. Bangsa kita, bangsa yang kaya dan memiliki martabat yang sama dengan negara lain. Oleh karena itu, kita tidak perlu memakai pakaian bekas dari negara lain,” jelasnya.
“Selain merendahkan martabat kita, dan juga mematikan potensi industri dalam negeri. Sehingga memiliki dampak pada daya saing ekonomi,” imbuhnya.
Pemerintah Manokwari, lanjut Bupati akan tegas dan membatasi semua arus barang impor yang masuk baik dari jalur laut maupun udara.
Ia menyebut, apabila ada barang bekas yang dijual di Manokwari, pihaknya terlebih dahulu memastikan apakah barang tersebut dari dalam negeri atau luar negeri.
“Kalau ada yang jual, kita akan tanya dan selidiki lebih lanjut. Kalau kedapatan akan kita laporkan ke pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat,” sebutnya.
Tak hanya itu, penjualan barang bekas impor bisa mengganggu iklim investasi dalam negeri dan berdampak pada kondisi perekonomian daerah.
“Kalau hal tersebut bisa kita putus, maka perekonomian daerah bisa berlangsung dengan baik dan pertumbuhannya bisa meningkat,” pungkasnya. (bw)













