Saat Kebakaran, Hindari Dampak Besar, Sigap Padamkan Listrik
SORONG- Guna menghindari dampak besar seperti korsleting, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong sigap menangani jaringan listrik dengan memadamkan listrik di lokasi kebakaran yang menimpa 80 rumah warga di Pasar Baru atau Kompleks Bugis, Rabu (22/3).
“Ketika kita mendengarkan ada informasi ada terjadi kebakaran diduga karena ada warga yang lupa mematikan kompor, sehingga kami langsung melakukan pemadaman setelah sholat tarawih. Kita padam 2 Gardu, yang supply listrik ke lokasi kebakaran. Sehingga terjadi kebakaran tersebut, lampu sudah padam. 2 Gardu berada di sekitar Jalan Baru dan di area masjid,” kata Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Sorong, Arvy Tryudha kepada Radar Sorong, Kamis (23/3).
Arvy, mengungkapkan bahwa pihaknya juga mengalami kerusakan material seperti meteran dan dan kabel listrik akibat musibah tersebut. Sehingga menyebabkan puluhan rumah yang tidak terbakar, namun terkena dampak bahwa rumah mereka tidak menyala karena ada kabel yang rusak.
“Kalau di kita sih pada kerusakan material ya mbak. Kerusakan kabel kami yang ikut terbakar api. Jadi malam itu memang informasi yang kita dapat dari RT atau RW bahwa ada 80 KK yang rumahnya mengalami kebakaran. Kemudian ada 25 rumah yang setelah kebakaran, saat Kita menyalakan gardunya, tapi masih padam. Karena dampak ada kabel yang rusak,” ungkapnya.
Namun, lanjut Arvy bahwa pihaknya telah menangani sejak pagi hari hingga sore (23/3). Sebanyak 25 rumah yang rumahnya padam akhirnya sudah bisa menikmati jaringan listrik kembali.
“Nah, dari 25 orang pelanggan itu bahwa 15 orangnya sudah menyala tadi subuh. Kemudian kita perggantian kabel dari pagi sampai sore itu untuk nyalakan 10 pelanggan lagi. Jadi sekarang, semua rumah yang tidak terbakar, tapi terkena padam dari kerusakan kabel itu sudah kembali menyala,” jelasnya.
Sehingga, diketahui dari 80 KK yang rumahnya terbakar otomatis 80 KWh meterannya PLN juga ikut hangus terbakar atau rusak. Tapi kata Arvy bahwa pihaknya akan menggantikan secara gratis.
“Jadi nanti pihak PLN akan melakukan pendataan sesuai ID Pelanggannya. Nanti kalau sudah siap untuk disuplai listrik lagi, maka secara gratis kita ganti meterannya. Karena rata-rata sudah tidak bisa digunakan lagi jadi kami akan gantikan dengan meter yang baru,” tegasnya.
“Tapi syaratnya harus dengan alamat atau lokasi yang sama. Jangan rusak di lokasi A, kemudian bangun rumah barunya di lokasi B. Itu tidak bisa. Jadi harus di lokasi terjadinya kebakaran. Karena memang meteran kita terdata sesuai lokasi,” sambungnya.
Ia mengimbau kepada pelanggan PLN jika terjadi musibah kebakaran, maka langsung menginformasikan pihak PLN. “Agar kita segera padamkan,” tegasnya.
Arvy menambahkan jika terjadi korsleting maka pihaknya telah memiliki proteksi yang dapat memadamkan listrik secara otomatis melalui limit.
“Kalau ada korslet gitu, memang kami sudah ada proteksi sendiri sih mbak.
Jadi sebenarnya secara PLN itu kalau ada hubungan singkat atau korslet maka di limit kami langsung turun sih mbak, itu proteksinya,” ungkapnya.
Namun, kata Arvy kebanyakan kasus korsleting yang terjadi akibat pelanggan yang memiliki intalasi rumah yang tidak sebanding dengan daya beban pemakaian elektronik milik mereka.
“Sebenarnya apabila terjadi korslet itu karena biasanya dari sisi instalasi. Misalnya menambahkan penggunaan elektronik seperti Tv, AC, dan Kulkas. Maka itu harus diimbangi dengan mengecek kemampuan instalasi rumah. Sementara intalasi rumah itu menjadi tanggung jawab pelanggan.
Sedangkan tanggung jawab PLN hanya sampai di meteran saja. Sehingga diharapkan instalasi pelanggan harus sesuai dengan kondisi penggunaan elektroniknya,” pungkasnya.(zia)












