SORONG- Meski memiliki personel yang terbatas, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Sorong menjadi pangkalan laut di wilayah Timur Indonesia, yang memiliki alut laut lengkap. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Sorong, Amiruddin usai memimpin Upacara HUT Basarnas RI ke 51 tahun, Selasa (28/2) di lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Sar Sorong.
Amiruddin menjelaskan kelengkapan alut laut yang dimiliki Kantor Pencarian dan Pertolongan Sar Sorong berupa Kapal kelas 1, Kapal kelas 2 hingga Kapal kelas 3. Yang terakhir Sar Sorong mendapatkan satu peralatan khusus yakni Rigid Bouyancy Boat (RBB).
RBB ditempatkan di wilayah Sorong sambung Amiruddin lantaran sudah terbentuknya Papua Barat Daya, dimana meliputi wilayah Sorong Raya khususnya Raja Ampat yang menjadi salah satu destinasi internasional dan memiliki perairan yang indah.
“Makanya kami juga memiliki alat Aqua E yang merupakan salah satu alat teknologi inovasi baru itu untuk mendeteksi apabila ada korban yang tenggelam. Jadi, kita tidak menunggu lagi bahwa korban akan timbul. Tapi, dengan alat tersebut kita sudah bisa mendeteksi seperti Sonar,”tuturnya.
Di usia Basarnas ke 51 tahuh ini, sambung Amiruddin tentunya masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kita lebih tingkatkan baik edukasi kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan potensi Sar maupun latihan-latihan kepada yang instansi maupun satuan samping ataupun potensi yang berpotensi Sar,”paparnya.
Dan sesuai temah Ulang Tahun Basarnas ke 51, Cepat tanggap selamatkan jiwa manusia. Artinya, di tahun 2023 Basarnas RI cepat tanggap untuk selamatkan jiwa manusia dari berbagai lini tanpa membedakan.
“Tugas penyelamatan jiwa manusia adalah tugas kita bersama baik dari Basarnas potensi Sar maupun masyarakat. Kami dituntut untuk bisa mengedukasi masyarakat terkait masalah teknik-teknik penyelamatan.
Sebab, perlu diketahui bersama bahwa negara kita adalah Ring of Fire atau dijuluki di luar negeri sebagai supermarketnya bencana. Dimana seluruh bencana ada di Republik ini,”ungkapnya.
Hingga kini jumlah personel SAR Sorong tersisa 76 PNS dari 100san PNS. Hanya saja sudah terbagi ke Manokwari, Papua Barat.
“Semoga pemerintah setiap tahun menambahkan personil, mengingat wilayah kerja kami yang luas,”pungkasnya.(juh)













