MANOKWARI – Dua Kampung di Manokwari Distrik Prafi yakni Kampung Yaser dan Knugbey akhirnya teraliri listrik 24 jam setelah setahun lamanya tidak mendapatkan penerangan yang layak.
Kepala Distrik Prafi, M. Ali Syamsul mengatakan kebutuhan listrik di dua Kampung tersebut sebelumnya hanya menggunakan genset yang dikelola pemerintah kampung maupun pribadi.
“Untuk mengaliri listrik selama 3 jam, masyarakat mengeluarkan biaya Rp100 ribu untuk beli bahan bakar,” ujarnya, Senin (13/2).
Manager PLN UP3 Manokwari, Fredrik M. Noriwari menjelaskan pemenuhan kebutuhan listrik untuk masyarakat merupakan bentuk komitmen dan juga mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat.
“PLN terus berupaya mengaliri listrik ke kampung-kampung yang belum teraliri listrik,” jelasnya.
Listrik di dua kampung tersebut mendapatkan suplay dari PLTMG Anday. PLN membangun satu gardu berkapasitas 160 kVA dengan jaringan tegangan menengah sepanjang 7,45 kms serta 2,17 kms tegangan rendah.
“Proses pengerjaannya selama 3 bulan dan melistriki 40 pelanggan dengan daya 900 VA. Sementara 160 calon pelanggan lainnya masih proses,” katanya.
Saat ini, lanjut Fredik rasio elektrifikasi PLN Manokwari telah mencapai 86,74 persen dan terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
Sementara itu, Kepala Kampung Yaser, Nason Saiba mengaku telah lama berkoordinasi dengan PLN supaya listrik bisa masuk ke kampung.
“Sejak 2021 sudah melakukan koordinasi dan tahun 2022 mulai pembangunan jaringan hingga tahun 2023 listrik sudah masuk 24 jam,” kata Nason. (bw)













