MANOKWARI – Polda Papua Barat, Jumat (13/1) menggelar Jumat Curhat bersama masyarakat adat suku Doreri dan Purna TNI AD di Manokwari. Kesempatan tersebut, Kepala Suku Doreri, Robert Rumbekwan meminta penambahan pos polisi di wilayah titik rawan.
“Selain penambahan pos polisi, juga patroli di tempat-tempat yang menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan patroli di tempat yang menjadi keluhan masyarakat untuk mengantisipasi dan mengurangi terjadinya gangguan kamtibmas.
“Untuk itu, perlu kolaborasi antara kepala suku, warga masyarakat dengan pihak kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara suku atau yang terjadi di masyarakat,” jelasnya.
Ia meminta pihak kepolisian juga turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi kepada pengkonsumsi minuman keras.
“Bahaya miras bisa mengganggu kesehatan, pendidikan, bahkan KDRT,” ucapnya.
Selain itu, balapan liar juga sudah menjadi keresahan bagi masyarakat. Kepolisian harus berkolaborasi bersama pemerintah daerah untuk mendampingi atau menyalurkan hobi anak muda pada tempatnya.
“Sehingga menjadi hal positif jika dilakukan sesuai dengan tempatnya,” katanya.
Selanjutnya, Robert meminta rekrutmen anggota TNI Polri harus memprioritaskan orang asli Papua.
Sementara itu, Karo Rena Polda Papua Barat Kombes Pol Ary Wahyudi Widijananto akan menyampaikan keluhan, masukan dan saran dari masyarakat kepada Kapolda Papua Barat sekaligus meminta ruang diskusi bersama Polda Papua Barat. (bw)













