SORONG-Sebanyak 22 peserta didik lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Papua Terdepan Aviation dan Hospitality Papua Barat tahun akademik 2022, siap pakai dan siap kerja di dunia industri khususnya dibidang penerbangan.
LKP Papua Terdepan merupakan lembaga pelatihan penerbangan yang berkedudukan di Sorong, Papua Barat Daya. Pimpinan LKP Papua Terdepan, Dermawan Kusuma Saputra menjelaskan hari ini LKP Papua Terdepan mewisudai 22 peserta didik, siap pakai dan siap kerja di dunia industri khususnya di penerbangan maupun perhotelan di wilayah Sorong, Papua Barat Daya.
“Dengan diwisudainya 22 peserta didik ini, kedepannya kita dapat mencetak lagi Insan penerbangan yang berkompeten, siap pakai siap kerja,”jelasnya kepada Radar Sorong, di sela-sela kegiatan Wisuda Peserta Didik LKP Papua Terdepan tahun Akademik 2022 di Kryriad Hotel Sorong, Kamis (22/12).
Dikatakan Dermawan, program LKP Papua Terdelan di Papua Barat ini dalam rangka untuk membantu dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Yang memiliki daya saing dan siap pakai serta siap kerja di dunia usaha maupun dunia industri khususnya di bidang penerbangan, pariwisata dan perhotelan.
Sehingga, sambung Darmawan perusahaan penerbangan baik di Bandara maupun pengelola pariwisata dapat mengambil sumber daya manusia dari LKP Papua Terdepan yang siswanya sudah terdidik dan terlatih.
“Jadi tidak perlu lagi mengambil sumber daya manusia dari luar Papua. Kami, yakin anak-anak Papua juga sanggup dan mampu jika mereka sudah mengikuti pelatihan dan pendidikan di sekolah penerbangan. Dan, LKP Papua Terdepan ini sudah terkoneksi dengan pusat,”ujarnya.
Artinya, sambung Dermawan LKP Papua Terdepan tergabung di perhimpunan Lembaga Pendidikan Pelatihan Penerbangan Indonesia. Otomatis, peserta didik memiliki sertifikat dan kompetensinya berlaku nasional. Apalagi, peserta didik lulusan tahun 2022 ini mempunyai pembelajaran berlaku secara nasional yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.
“Baik di bidang Aviation Security dan Ground handlingnya, kompetensi anak-anak kami sudah diakui. Karena, kemarin mereka sudah melaksanakan ujian negara yang diawasi langsung dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Penerbangan Indonesia (LSKPI).
Hal ini, sebagai salah satu bentuk wujud kita untuk membuat anak-anak itu mempunyai kualitas dan kompetensi,”tuturnya.
Peserta didik yang menimbah ilmu di LKP Papua Terdepan, tambah Dermawan bisa terjun langsung ke dunia kerja karena selama mengikuti sekolah di LKP, peserta diberikan teori dan praktek langsung di tempat kerja. Kemudian, para pengajar di LKP pun praktisinya rata-rata masih aktif di dunia kerja. Apalagi, LKP Papua Terdepan sudah taken MOU dengan Bandara DEO, Maskapai Garuda Indonesia hingga Lion Air.
“Jadi memang strukturnya adalah yang berkompeten di bidangnya dan masih aktif di dunia kerja. Sudah pasti, lulusan LKP Papua Terdepan tidak lagi diminta pengalaman kerja. Sebab lulusan LKP Papua Terdepan sudah dibekali teori dan pengalaman kerja yang langsung praktek di dunia kerja baik di penerbangan,”terangnya.
Khususnya peserta didik yang sudah dibekali dengan Aviation security atau keamanan penerbangan, siap bekerja di Bandara maupun Airlines.”Mereka juga sudah dibekali dengan sertifikasi kompetensi namanya Tata operasi darat atau Ground Handling itu dari pihak maskapai penerbangan yang membutuhkan, jadi kompetensinya sudah ada,”terangnya.
Dermawan berharap agar di tahun 2023 para peserta didik langsung terserap ke dunia kerja. Sebab, sudah banyak permintaan terhadap peserta didik agar bekerja di Bandara. Dermawan juga berharap agar putra-putri Papua memiliki kemauan untuk bergabung di LKP Papua Terdepan.
“Intinya, anak-anak muda harus lawan rasa malas. Agar muncul kreativitas, semangat untuk maju dan berdaya saing,”paparnya.
Kepala Bandara Deo Sorong, Cece Tarya menambahkan ini awal untuk realisasi ilmu yang didapatkan oleh para peserta ke dunia kerja.
Sebab untuk masuk ke dunia kerja khususnya Bandara, tentunya berbagai persyaratan dibutuhkan bukan hanya lulus SLTA, D3 ataupun S1. Tetapi harus berbasis kempetensi.
“Adik-adik sudah mengantongi salah satu kompetensi yang nantinya akan dibuka jalur untuk merekrutmen P3K khususnya untuk pemenuhan pegawai-pegawai di bandara. Bukan hanya Bandara DEO namun di bandara seluruh Indonesia,”pungkasnya.(juh)












