


Telur Lokal Komoditi Paling Dicari
AIMAS – Pasar murah yang dilaksanakan oleh gabungan 4 OPD yakni Dinas Perindagkop, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan dan Dinas Peternakan serta agen elpiji PT. Bina Loka Cipta di Pasar Induk Mariat, Kamis (22/12) ‘dikeroyok’ ribuan warga.
Meski belum dilaksanakan seremonial pembukaan kegiatan oleh Pemerintah dan dinas penyelenggara, warga bahkan rela berdesakan demi mendapatkan kupon sejak pagi.
“Satu KTP maksimal ditukar 2 kupon telur dengan harga Rp 35.000 per ram. Saya antre 2 jam lebih baru dapat kupon. Ini tadi jam 7.30 warga sudah pada rame padahal pelayanan tukar kupon belum dibuka juga,” ungkap Yanti.
Pantauan Radar Sorong hingga pukul 10.00 WIT antrean penukaran kupon untuk pembelian telur belum juga lengang. Dari beberapa stand pasar murah, stand penjualan telur termasuk yang paling padat.
“Saya antre untuk beli telur karena memang lagi butuh untuk bikin kue natal. Ini yang dijual telur lokal hanya Rp 35.000 per ram, sementara di luar sana sudah Rp 75.000 ke atas. Ada berapa stand ini, tapi saya utamakan telur dulu, karena beras di rumah juga masih ada stok,” bebernya.
Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Sorong, Marten Luther Pajala mengatakan, bahwa pasar murah ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Sorong dalam rangka meringankan beban masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pokok terutama, jelang hari Raya Natal dan tahun baru.
Adapun beberapa komoditi yang ditawarkan pada pasar murah kali ini adalah, 2.000 paket sembako dari Dinas Perindagkop. Paet tersebut terdiri dari beras premium 5 kg, gula pasir 2 kg dan minyak goreng 2 liter, dengan harga 55.000 per paket.
Dinas Ketahanan Pangan menyediakan 1.500 paket bahan pangan. Terdiri dari beras premium 5 kg, gula pasir 2 kg, tepung terigu 2 kg, minyak goreng Kuncimas 2 liter dan susu kental manis 1 kaleng, dengan harga Rp 100.000 per paket.
Dinas Perikanan menyediakan 2.000 kg ikan campur dengan harga 20.000 per kg. Kemudian, ikan tuna 1.500 kg dengan harga 15.000 per kg. Ada pula ikan air tawar diantaranya 1.000 kg ikan lele dengan harga 20.000 per kg ikan nila 1.000 kg dengan harga 20.000 per kg. Untuk ketentuan pembelian, satu KTP maksimal membeli ikan nila dan lele 5kg dan 15kg untuk ikan tuna dan campur. Panitia juga hanya melayani bagi pemilik KTP Kabupaten Sorong.
Dinas Peternakan menyediakan daging sapi 150 kg dengan harga 75.000 per kg, daging babi 350 kg dengan harga 60.000 per kg dan telur ayam ras 2.500 seram dengan harga 35.000 per kg. Pembelian daging hanya untuk 1kg per KTP, sementara telur maksimal 2 ram per KTP.
Selain itu, PT Bina Loka Cipta juga menjual paket Elpiji dengan harga di bawah rata-rata. Yakni isi ulang gas kemasan 12 kg dengan harga 350.000, kemasan 5,5 kg dengan harga 170.000. Khusus pembelian tabung, untuk ukuran 12 kg dengan harga 375.000 dan tabung ukuran 5,5 kg dengan harga 260.000. Adapun paket tabung plus isi, kemasan 12 kg seharga 700.000 dan paket tabung gas isi 5,5 kg seharga 400.000.
Sistem pembelian komoditi di pasar murah dilakukan dengan menggunakan kupon. Dimana beberapa kupon dijual di tempat dan hanya melayani khusus yang ber-KTP Kabupaten Sorong. Beberapa OPD sudah mendistribusikan kupon jauh hari melalui distrik. Namun ada OPD lain yang baru menjual kupon di lokasi, di hari yang sama pelaksanaan pasar murah.
Pantauan terakhir Radar Sorong, hingga pukul 14.00 WIT, beberapa masyarakat yang belum mendapatkan kupon masih bertahan di lokasi. Mereka menantikan kebijakan dari panitia terkait mekanisme pembelian komoditi bagi warga yang sudah tidak kebagian kupon. (ayu)












