SORONG-Usai mengikuti pelatihan peningkatan kualitas keluarga oleh Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Sorong, sebanyak 142 peserta mendapatkan wadah penyaluran bakat.
Wadah yang diberikan berupa, etalase untuk para pembuat souvenir yang diberikan melalui sanggar-sanggar, mesin jahit kepada masing-masing peserta pelatihan menjahit, kemudian peralatan masak seperti oven, mixer hingga kompor untuk peserta pelatihan pembuatan kue dan minuman serta tungku pengasapan bagi peserta pelatihan pengasapan ikan.
Kepala Dinas P3A Kota Sorong, Eda Doo menjelaskan pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut telah selesai, saat ini masing-masing peserta memarkan hasil pelatihan. Dimana peserta pelatihan souvenir memamerkan kerajinan tangan khas Papua seperti Mahkota yang terbuat dari bahan limbah, ukir-ukiran khas Papua dan sebagainya.
“Sehingga jika masyarakat Kota Sorong membutuhkan hal-hal yang berkaitan dengan ciri khas Papua. Sudah ada di para ibu-ibu ini,”jelasnya.
Selain itu, peserta pelatihan pengasapan Ikan, juga memarkan ikan yang sudah diasapi, serta bakso ikan. Kemudian peserta pelatihan pembuatan kue, memarkan anek kue kering dan minuman. Dan, yang luar biasa adalah para peserta pelatihan jahit, yang hanya dalam waktu 3 hari sudah bisa membuat dress dari kain Papua dan digunakan.
“Luar biasa, ibu-ibu pelatihan menjahit ini hanya dalam waktu 3 hari bisa membuat dress. Mereka bahkan rela datang lebih cepat dari waktu latihan. Agar mereka bisa membuat baju untuk ditunjukkan,”terangnya.
Namun, sambung Eda dirinya tetap akan melaksanakan waktu latihan untuk peserta pelatihan menjahit.
“Saya berharap ada perubahan dari perempuan, dimana kedepan bisa menumbuhkan jiwa usaha atau jiwa wirausaha untuk masing-masing perempuan sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi agar tidak sepenuhnya bergantung pada suami,”tandasnya.
Salah satu peserta, Janer (25) mengatakan dirinya sangat senang dan bangga turut serta sebagai peserta pelatihan menjahit yang dilaksanakan Dinas P3A. Dimana, ia kembali belajar proses menjahit.
“Saat latihan, saya membuat pola berdasarkan contoh yang diberikan mentor. Kemudian pola tersebut diaplikasikan ke kain, di gambar lalu di gunting dan selanjutnya di jahit menjadi baju yang saat ini saya gunakan. Dengan pelatihan ini, saya berharap pemerintah ikut mendorong kemajuan para penjahit, khususnya penjahit asal Papua,”pungkasnya.(juh)













