AIMAS – Panitia Natal Bersama Pemerintah Kabupaten Sorong, TNI-Polri dan masyarakat sukses tuai pujian dari para tamu undangan. Pasalnya mereka bekerja sangat maksimal untuk menyukseskan legiatan tersebut.
Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM mengungkapkan, pada natal bersama kali ini dirinya memang sengaja mempercayakan kelancaran acara saudara-saudara yang muslim. Dimana tujuannya adalah untuk terus memupuk toleransi umat beragama sebagai wujud hadirnya kebhinekaan.
“Ini pertama kalinya kami percayakan acara natal sepenuhnya kepada saudara-saudara yang muslim. Sehingga toleransi umat beragama terus ada dan rumah kebhinekaan, rumah Pancasila ini kita wujudkan di Kabupaten Sorong,” ujar Moso.
Bukan tanpa alasan, penunjukan umat muslim sebagai panitia natal bersama yang diketuai oleh Asisten I Kabupaten Sorong, Adi Bremantyo, menunjukkan bahwa hadirnya Kristen dan Injil di Tanah Papua juga merupakan kontribusi umat Muslim saat itu. Dimana pelayaran Oto dan Geysler dari Batavia menuju Mansinam pada 5 Februari 1855 saat itu, juga dibantu oleh Sultan Tidore yang mengawal pelayaran tersebut.
“Sultan Tidore yang saat itu mengantarkan Oto dan Geysler tiba di Mansinam, sehingga sampai hari ini Injil menjadi bagian dai keselamatn orang Papua di Atas Tanah Papua. Oleh karena itu saya katakan bajwa Injil ada di Papua juga berkat bantuan umat Islam, yakni Sultan Tidore,” terang Moso.
Oleh karenanya, Moso meminta agar toleransi keberagaman umat di Kabupten Sorong ini dapat terus terjaga. Bukan hanya pada agama Islam dan Kristen maupun Katolik, melainkan seluruh agama yang ada termasuk Hindu dan Budha.
Melihat kesuksesan penyelenggaraan acara natal bersama kali ini, Moso berharap ke depan konsep tersebut harus terus berjalan. Dimana acara natal bersama dipanitiai oleh umat Muslim, sebaliknya acara Halal bi Halal nantinya dipanitiai oleh umat Kristiani.
Dalam sambutannya, Moso juga menyampaikan beberapa pesan refleksi natal. Ia menjelaskan bahwa natal bukanlah sebuah pesta seremonial yang senantiasa berlangsung setiap tahun, tetapi sebuah sikap berbagi kepada setiap orang yang membutuhkan.
Berdasar pada komitmen berbagi itulah, menjelang perayaan natal Pemerintah Kabupaten Sorong melakukan kunjungan safari natal ke 32 distrik untuk merayakan natal bersama masyarakat sekaligus berbagi bingkisan natal.
Bagi Moso, momentum natal merupakan bukti pengorbanan Yesus Kristus kepada umat-Nya yang disertai dengan tindakan nyata dan hidup. Sehingga tindakan pengorbanan itu mestinya menjadi bahan ajar bagi umat Kristen untuk menjalani hidup. Pengorbanan itu pun harus nyata bukan hanya tinggal dalam sebuah narasi kosong.
Moso juga berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sorong dapat menjaga suasana natal mulai saat ini hingga selesai natal nantinya.
Selain dihadiri oleh para pejabat Pemerintahan, TNI/Polri, tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Sorong, acara ini juga dihadiri Pj Gubernur Papua Barat Daya, Dr. Drs. Muhammad Musa’ad, M.Si serta Pj Wali Kota Sorong, George Yarangga, A.Pi, MM. (ayu)












