WAISAI – Antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) ‘mengular’ di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Rabu (9/11/2022). Pantauan Radar Sorong pukul 17.00 WIT, antrean terjadi paling banyak pada jalur BBM jenis Petralite, diikuti jalur Solar didua lokasi SPBU yang berbeda diantaranya SPBU Siwindores dan Puncak Tuguh Selamat Datang, Kelurahan Sapordanco.
Bayu, salah satu petugas SPBU, ketika berbincang-bincang dengan Radar Sorong mengatakan, antrean panjang sudah terjadi dari sejak siang hari sekitar jam setengah tiga, setelah pihaknya melakukan pembongkaran atau pendistribusian dari pelabuhan ke SPBU, hingga sore ini.Menurutnya, antrean terjadi disebabkan karena BBM baru masuk kesemua pangkalan (SPBU) termasuk ke pangkalan tempatnya bekerja ini (SPBU Siwindores,red). “Karena, inikan masuk bulan baru (November), jadi minyak baru masuk ke semua pangkalan, makanya sejak seminggu itu minyak kosong, membuat antrean panjang begini,” ungkap Bayu.
Bayu mengakui, antrean paling banyak di jalur BBM jenis Petralite dan solar bersubsidi, padahal BBM jenis Petramax sama baru masuk juga, tapi antreannya kosong. “Mungkin pengendara lebih memilih membeli Petralite harganya yang murah karena subsidi per liternya itukan Rp.10.000, Solar Rp 6.800. Sedangkan Petramax non subsidi Rp.14.500. Tapi kalau subsidi Petralite dan Solar hanya dibeli dengan kendaraan, dilarang beli dengan jerigen,” paparnya.
Menurut Bayu, kemungkinan dengan kondisi antrian begini dipastikan malam baru selesai penjualan. “Tapi kan SPBU tidak hanya disini saja terbagi di beberapa SPBU termasuk di Puncak Gunung, Kali. Palingan besok sudah berjalan normal,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tukang ojek di Waisai yang enggan namanya dimediakan, menyayangkan ‘mengularnya’ antrean pembelian Pertalite. Aantrean yang terjadi mengurangi pendapatan ojeknya sehari ini, ditakutkan kalau besok-besok hal yang sama masih terjadi.”Sehari ini, waktu habis hanya untuk mengantre saja di pertamina (SPBU). Makanya itu kami minta tolong kepada pertamina kalau bisa SPBU di Waisai buka 24 jam supaya tidak mengantre seperti ini lagi. Kan kasihan kami ini masyarakat kecil. Mau beli di pertamini sudah tidak ada yang jual lagi karena dilarang, kalau beli botol yang dijual hanya Petramax dan harganya mahal, pastinya sebagai ojek kita sangat rugilah,” ucapnya dengan nada kesal. Di SPBU Siwindores antrean mulai normal sekitar pukul 19.37 WIT, namun pengendara bermotor masih terlihat berdatangan ke SPBU. (hjw)













