MANOKWARI – Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba begitu miris melihat peredaran narkotika jenis ganja di dunia pendidikan. Ia menyebutkan dunia pendidikan sudah darurat narkoba. Hal tersebut dikemukakan lantaran ditemukannya narkotika jenis ganja yang dibawa oleh salah satu siswa SMK Negeri 2 Manokwari di dalam tas pada Senin (31/10) lalu.
Penemuan narkotika jenis ganja tersebut ketika salah satu siswa kelas 11 di SMK Negeri 2 Manokwari sedang mengikuti upacara bendera terlihat sedang mabuk atau sakau. Usai upacara bendera tersebut, salah satu guru, Jos Ramandey mendekati dan menanyakan kondisi anak tersebut.
Jos Ramandey masih menaruh curiga sehingga membahas hal tersebut dengan guru-guru yang lain. Kemudian melakukan penggeledahan menemukan 11 paket Narkotika jenis ganja di dalam tas anak tersebut. “Kalau melihat hal tersebut, memang dunia pendidikan sedang darurat narkoba,” ujar Barnabas Dowansiba, Senin (7/11).
Ia menyebutkan bahwa pihak sekolah harus merubah metode penerimaan siswa sehingga hal-hal tersebut tidak terulang lagi. “Ketika penerimaan siswa harus dilakukan pengecekan urine agar tidak ada lagi peredaran narkoba di sekolah,” sebutnya.
Kendati demikian, saat ini yang harus dilakukan oleh pihak sekolah adalah melakukan pengetesan urine kepada semua siswa di sekolah tersebut. “Langkah awal harus melakukan pengecekan urine untuk memotong peredaran ganja,” kata Barnabas. “Pihak sekolah harus memfasilitasi itu,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Barnabas, pihak sekolah juga harus memanggil orang tua yang bersangkutan agar bisa mengetahui dengan baik apa yang terjadi kepada anaknya. “Pihak sekolah harus memisahkan yang bersangkutan dengan siswa lainnya. Jangan sampai menjadi virus bagi siswa yang lain,” tandasnya. (bw)













